Jadi Kurir Ekstasi, Dua Remaja di Kelapa Gading Ditangkap

Remaja berinisial D dan H diringkus anggota Unit Reskrim Polsek Kelapa Gading di tempat dan hari yang berbeda.

Jadi Kurir Ekstasi, Dua Remaja di Kelapa Gading Ditangkap
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Tersangka kurir ekstasi dihadirkan pada rilis Polsek Kelapa Gading ungkap kasus pengedaran ekstasi, Kamis (28/6). 

REMAJA berinisial D dan H diringkus anggota Unit Reskrim Polsek Kelapa Gading di tempat dan hari yang berbeda.

Keduanya ditangkap karena menjadi pengedar ekstasi dengan barang bukti sebanyak 59 butir.

Kapolsek Kelapa Gading Kompol Martua Raja Silitonga mengatakan pengungkapan itu bermula ketika pihaknya mendapatkan informasi adanya transaksi narkoba di Jalan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Sabtu (23/6).

Kapolsek Kelapa Gading Kompol Martua Raja Silitonga saat menunjukkan barang bukti pada rilis Polsek Kelapa Gading ungkap kasus pengedaran ekstasi, Kamis (28/6).
Kapolsek Kelapa Gading Kompol Martua Raja Silitonga saat menunjukkan barang bukti pada rilis Polsek Kelapa Gading ungkap kasus pengedaran ekstasi, Kamis (28/6). (Warta Kota/Junianto Hamonangan)

“Pada saat menangkap pelaku berinisial D, ditemukan ekstasi dengan berat seluruhnya 20,58 gram. Untuk banyaknya itu kurang lebih semuanya ada 59 butir yang diperoleh dari tersangka pertama,” ujarnya, Kamis (28/6).

Berdasarkan keterangan pelaku kepada petugas, pil ekstasi itu akan diberikan kepada tersangka lainnya yang berinisial H.

Mendapati informasi itu, anggota lalu menangkap tersangka H di wilayah Cakung, Jakarta Timur pada Selasa (26/6) dinihari.

“Pelaku ditangkap saat berada di kediamannya. Di sana kami berhasil menyita barang bukti sebuah handphone merk Asiafone yang digunakan sebagai alat komunikasi untuk mendapatkan narkotika tersebut,” sambungnya.

Setelah penangkapan itu, diketahui bahwa pelaku D berstatus sebagai kurir.

Selain itu tersangka D juga mengaku bahwa dirinya mendapatkan barang tersebut dari seseorang berinisial J yang masih buron dan diduga menjadi bandar.

“Tersangka D mengaku barangnya didapat dari seseorang berinisial J yang kita duga sebagai bandar narkoba. Hanya saja tersangka D tidak mengenali tersangka J, mereka bertemu di Terminal Leuwi Panjang, Bandung dan diberi upah Rp 700 ribu,” ujarnya.

Atas perbuatannya, kedua pelaku dikenakan Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) sub Pasal 112 ayat (2) tentang narkotika.

Ancaman hukumannya maksimal 20 tahun kurungan penjara. (jhs)

Kapolsek Kelapa Gading Kompol Martua Raja Silitonga saat menunjukkan barang bukti pada rilis Polsek Kelapa Gading ungkap kasus pengedaran ekstasi, Kamis (28/6).
Kapolsek Kelapa Gading Kompol Martua Raja Silitonga saat menunjukkan barang bukti pada rilis Polsek Kelapa Gading ungkap kasus pengedaran ekstasi, Kamis (28/6). (Warta Kota/Junianto Hamonangan)
Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help