Sebanyak 175 Narapidana Lapas Bulak Kapal Bekasi Gunakan Hak Pilihnya

Di Lapas Bulak Kapal sejumlah narapidana melakukan pencoblosan di dua TPS 93 dan TPS 94.

Sebanyak 175 Narapidana Lapas Bulak Kapal Bekasi Gunakan Hak Pilihnya
Warta Kota/Muhammad Azzam
DPT ada 218 namun yang melakukan pencoblosan 175, sisanya ada yang sudah dipindahkan, bebas, hingga meninggal dunia. 

SEBANYAK 175 narapidana menggunakan hak pilihnya di dua TPS khusus di Lapas Kelas II A Bulak Kapal Bekasi dalam memilih calon Gubernur Jawa Barat dan Walikota Bekasi, Rabu, 27 Juni 2018.

Di Lapas Bulak Kapal sejumlah narapidana yang hendak melakukan pencoblosan di dua TPS 93 dan TPS 94 mendapat pengawalan ketat dari petugas jaga dan kepolisian ketika dijemput di ruangannya untul menuju aula yang masih dalam area Lapas.

Kepala Lapas Kelas II A Bulak Kapal Bekasi Davi Bartian mengatakan terdapat 218 Daftar Pemilih Tetap (DPT) namun hanya 175 yang bisa memilih

"Kalau DPT ada 218 namun yang melakukan pencoblosan 175, sisanya ada yang sudah dipindahkan, bebas, hingga meninggal dunia," kata Davi di Lapas Bulak Kapal Bekasi, Rabu (27/6/2018).

Ia menambahkan, proses pemilihan Gubernur Jawa Barat dan pemilihan Walikota Bekasi dikawal ketat kepolisian.

"Pengawalan dilakukan untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan selama proses pencoblosan dan perhitungan suara," ucapnya.

Menurut Davi, petugas Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Bekasi menyediakan dua TPS untuk narapidana di Lapas kelas II A Bulak Kapal Bekasi.

"Narapidana tetapi mereka memiliki hak yang sama untuk memilih, jadi wajub kita memfasilitasi mereka. Kedua TPS nya bersebelahan, di TPS 93 terdapat 98 DPT, dan di TPS ada 77 DPT," katanya.

DPT ada 218 namun yang melakukan pencoblosan 175, sisanya ada yang sudah dipindahkan, bebas, hingga meninggal dunia.
DPT ada 218 namun yang melakukan pencoblosan 175, sisanya ada yang sudah dipindahkan, bebas, hingga meninggal dunia. (Warta Kota/Muhammad Azzam)
Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help