Pilkada Serentak 2018

PDI P Tuding Airlangga Adu Domba Jokowi dengan Megawati, Golkar Bilang Begini

Legislator Golkar itu justru menilai pernyataan Basarah mencerminkan ketatnya persaingan elektabilitas antara Khofifah

PDI P Tuding Airlangga Adu Domba Jokowi dengan Megawati, Golkar Bilang Begini
Warta Kota/Henry Lopulalan
Ketua umum Partai Golkar Airlangga Hartarto bersama Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto 

POLITISI Partai Golkar Mukhamad Misbakhun menepis tudingan yang menyebut ketua umumnya, Airlangga Hartarto, telah mengadu domba Presiden Joko Widodo dengan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri.

Tudingan itu sebelumnya dilontarkan Wakil Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Ahmad Basarah terkait pernyataan Airlangga bahwa Presiden Jokowi mendukung Khofifah Indar Parawansa sebagai calon gubernur Jawa Timur.

Misbakhun mengatakan, Airlangga saat kampanye akbar Khofifah di Probolinggo, Sabtu (23/6/2018) lalu memang menyampaikan fakta tentang rekam jejak mantan menteri sosial itu.

Khofifah saat menjadi menteri sosial merupakan kolega Airlangga yang juga menteri perindustrian di Kabinet Kerja.

“Saya hadir dalam kampanye itu dan menyaksikan langsung Pak AH (Airlangga Hartarto) menyampaikan fakta tentang rekam jejak Bu Khofifah sebagai menteri di kabinet Presiden Jokowi.

Menyampaikan kedekatan Pak Jokowi dalam hubungan kerja secara nyata di kabinet, yang berarti secara otomatis akan lebih sering bertemu dan intens berkomunikasi,” kata Misbakhun dalam keterangan tertulisnya Selasa (26/6/2018) malam.

Ketua Departemen Pengawasan Pembangunan Partai Golkar ini menambahkan ajakan yang disampaikan Airlangga kepada warga Jatim untuk memilih Khofifah tak menyalahi asas pemilu yang luber, jujur, dan adil. Sebab, memilih adalah hak pribadi.

Oleh karena itu, Misbakhun menegaskan Airlangga tak bermaksud mengadu Presiden Jokowi dengan Megawati selaku ketua umum PDI Perjuangan yang mengusung duet Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno pada Pilgub Jatim.

Faktanya, kata Misbakhun, Airlangga justru mengajak warga Jatim memilih sesuai hati nurani.

“Saya saksi mata yang hadir di samping Pak AH saat beliau berorasi di kampanye itu dan tidak ada satu kalimat pun yang menyebutkan nama Ibu Megawati. Kampanye yang diusung adalah sebuah kampanye agar masing-masing calon bersaing secara sehat dalam menunjukkan kapasitas masing-masing,” kata Misbakhun.

Halaman
12
Editor: ahmad sabran
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved