Gojek Lebarkan Bisnis Ke Vietnam dan Thailand

GOJEK meluncurkan dua perusahaan yang didirikan secara lokal di Vietnam dan Thailand.

Gojek Lebarkan Bisnis Ke Vietnam dan Thailand
istimewa
Menteri Komunikasi & Informasi RI Rudiantara (kedua kiri) bersama Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto (kedua kanan), Chief Executive Officer & Founder Go-Jek Nadiem Makarim (kiri) dan President & Co-Founder Go-Jek Andre Soelistyo berswafoto bersama seusai konferensi pers kerjasama Astra dan Go-Jek di Jakarta Senin (12/2/2018). 

GOJEK meluncurkan dua perusahaan yang didirikan secara lokal di Vietnam dan Thailand.

Perusahaan ini merupakan gelombang pertama dari ekspansi internasional ke negara-negara Asia Tenggara.

Kedua perusahaan tersebut akan dikelola oleh tim manajemen sekaligus pendiri lokal dengan didukung pengetahuan, keahlian, teknologi serta investasi dari Gojek.

GO-VIET, merk yang diperkenalkan di Vietnam, akan memasuki tahap beta testing di bulan Juli yang akan melibatkan sejumlah pengemudi dan konsumen, sebelum diluncurkan secara penuh dalam beberapa bulan mendatang.

Sementara GET, merk yang diperkenalkan di Thailand, akan diluncurkan segera setelahnya seiiring dengan konsultasi yang saat ini sedang berjalan dengan berbagai pemangku kepentingan setempat.

Termasuk pemerintah, mitra pengemudi, dan konsumen. Kedua perusahaan di tahap awal akan menghadirkan layanan ride-hailing dan logistik, yang kemudian akan diikuti oleh layanan pesan antar makanan dan pembayaran elektronik.

Ekspansi internasional ini dilakukan dengan perencanaan berbulan-bulan setelah ronde penggalangan investasi Gojek terakhir yang membawa investasi dari investor prestisius seperti Astra International, Warburg Pincus, KKR, Meituan, Tencent, Google, Temasek, dan lainnya.

Dari investasi yang didapatkan, dana sebesar US$500 juta dialokasikan untuk ekspansi internasional sejalan dengan strategi perusahaan melebarkan sayapnya di Asia Tenggara. Go-Jek juga berencana untuk meluncurkan operasinya di Singapura dan Filipina.

Pendiri dan CEO Go-Jek, Nadiem Makarim, mengatakan strategi yang dijalankan adalah mengkombinasikan teknologi kelas dunia yang telah dikembangkan Go-Jek, dengan keahlian, pengalaman serta pengetahuan pasar yang mendalam yang dimiliki tim lokal, untuk menciptakan bisnis yang benar-benar memahami kebutuhan konsumen. 

"Kami percaya masing-masing tim lokal memiliki pengetahuan dan keahlian untuk memastikan kesuksesan bisnis di Vietnam dan Thailand. Mereka memang menggunakan merk yang berbeda, namun mereka tetap beroperasi sejalan dengan nilai-nilai  Go-Jek. Bagi kami ini bukan hanya tentang pertumbuhan bisnis, namun bagaimana kami dapat menghadirkan dampak positif kepada sebanyak-banyaknya orang," ujar Nadiem dari siaran pers yang diterima Warta Kota belum lama ini.

Penulis: Lilis Setyaningsih
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved