Fahri Hamzah Curigai Proyek LRT, Luhut: Suruh Dia Hitung, Saya Cium Kakinya Kalau Saya Salah

Menurut Luhut, tinggi tiang LRT untuk jalur layang sudah sesuai dan berdasarkan perhitungan yang panjang.

Fahri Hamzah Curigai Proyek LRT, Luhut: Suruh Dia Hitung, Saya Cium Kakinya Kalau Saya Salah
Acep Nazmudin
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan saat mengunjungi proyek pembangunan LRT di Cibubur, Jumat (4/8/2017). 

MENTERI Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan angkat suara terkait perkataan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah,‎ yang mengkritik proyek Light Rapid Transit (LRT) karena tiangnya terlalu tinggi.

Menurut Luhut, tinggi tiang LRT untuk jalur layang sudah sesuai dan berdasarkan perhitungan yang panjang.

Bahkan, Luhut menantang Fahri agar menghitung sendiri tinggi yang tepat dan anggaran yang dinilai pas untuk dicocokkan dengan perhitungannya.

Baca: Curiga dengan Tiang LRT yang Tinggi, Fahri Hamzah: Kenapa Enggak di Bawah Tanah Aja?

"Suruh dia hitung, bawa sini, saya cium kakinya kalau saya salah," tegas Luhut di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta Pusat, Senin (25/6/2018).

Luhut pun menjelaskan bahwa model LRT yang digunakan di Indonesia sesuai standar internasional, dengan mengikuti model LRT yang diterapkan di Prancis.

"Kami tuh pakai anak muda yang hitung semua, kita pakai standar dari Prancis, jadinya model ini kita beli model yang dari Prancis yang bisa kita jual ke orang lain," jelas Luhut.

Baca: Kontras Minta HAM Jangan Dikambinghitamkan Sebagai Hambatan Memberantas Terorisme

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah‎ mengaku curiga dengan tiang LRT yang sangat tinggi.

Menurut Fahri, seharusnya LRT dibangun di bawah tanah saja, sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya untuk pemasangan tiang yang dianggap terlalu mahal.

"Tiangnya segini, mahal banget gitu. Curiga saya itu. Orang curiga. Saya juga curiga. Jelas saya ngeri tuh naik LRT. Kenapa enggak ditaruh di bawah tanah aja?" tutur Fahri di DPR, Jakarta Selatan, Senin (25/6/2018). (Apfia Tioconny Billy)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved