Mengaku Polisi Demi Memikat Wanita Malah Berujung Jeruji Besi

Tessar tak menyangka penyamarannya sebagai polisi gadungan ketahuan, usai salah satu anggota polisi mencurigainya.

Mengaku Polisi Demi Memikat Wanita Malah Berujung Jeruji Besi
Warta Kota/Muhammad Azzam
Pekerjaan tersangka merupakan sekuriti SSI Bekasi, saat ditangkap dan dilakukan penggeledahan di dalam jok sepeda motornya ditemukan satu pucuk Air Soft Gun jenis Revolver warna hitam serta 6 selongsong berikut peluru gotri dan tabung gasnya. 

SEORANG pria, Muhamad Tessar (23) tak menyangka penyamarannya sebagai polisi gadungan ketahuan, usai salah satu anggota polisi mencurigainya.

Tessa diintrograsi pada Sabtu (23/6) pukul 21.30 di depam ATM BNI Perum Bintara Residence RW 10 Kelurahan Bintara Kecamatan Bekasi Barat.

Saat itu, Tessar bergelagak sombong, sehingga membuat salah seorang anggota polisi yang kebetulan sedang ke ATM curiga dan bertanya-tanya, mulai dari dinas di mana, letting berapa, hingga NRP atau identitas kepolisiannya.

"Iya ada warga ngaku-ngaku polisi di lokasi wilayah Bintara Kranji. Setelah di tanya-tanya, ia mengaku letting 38, kebetulan, yang ditanya itu angkatan letting 38, sehingga ia semakin curiga karena tidak kenal dengan tersangka. Kemudian, saat ditanya nama Kapolda dan Dantonnya juga tidak bisa menjawab. Termasuk, tersangka ini tidak bisa menunjukan identitas sebagai anggota Polri," tutur Kapolsek Bekasi Kota, Kompol Parjana saat press release di Mapolsek Bekasi Kota, Senin (25/6/2018).

Parjana mengatakan, pekerjaan tersangka merupakan sekuriti SSI Bekasi, saat ditangkap dan dilakukan penggeledahan di dalam jok sepeda motornya ditemukan satu pucuk Air Soft Gun jenis Revolver warna hitam serta 6 selongsong berikut peluru gotri dan tabung gasnya.

"Memang, dari penampilan benar benar seperti anggota polisi, karena tersangka menggunakan pakaian kaos Tribarata, celana, sepatu PDLT dan menggunakan kopel bertuliskan Polri, termasuk dari perawakannya juga," ucapnya.

Lanjut Parjana, berdasarkan pengakuan korban, motif menjadi polisi gadungan agar lebih dihargai, dan dihormati serta lebih percaya diri saat berkenalan dengan sejumlah wanita melalui media sosial.

"Jadi, memang buat gagah-gagahan aja, ditambah memang tersangka pernah gagal, saat tes masuk polisi. Sejauh ini, belum ada indikasi tindak pindana yang dilakukan tersangka," ujarnya.

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 1 ayat (1) Undang-undang Darurat No 12 tahun 1951 tentang kejahatan senjata api.

Ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help