Masuk Jalur Bus Transjakarta, Dua Pengendara Mobil Malah Pukul Petugas Bus Amari di Halte Blok M

Dua pengendara mobil masuk ke jalur Bus Transjakarta koridor 1 jurusan Blok M-Kota, Senin (25/6/2018) pukul 02.45.

Masuk Jalur Bus Transjakarta, Dua Pengendara Mobil Malah Pukul Petugas Bus Amari di Halte Blok M
Tribunnews.com
Ilustrasi 

DUA pengendara mobil masuk ke jalur Bus Transjakarta koridor 1 jurusan Blok M-Kota, Senin (25/6/2018) pukul 02.45.

Namun, dua pengemudi yang belum diketahui identitasnya itu justru memukul Hafizh, Petugas Layanan Bus (PLB) angkutan malam hari (amari) BMP 104 di halte Blok M.

“Pelakunya adalah pengendara Daihatsu Grand Max warna hitam, nopol B 1840 TOL dan Nissan warna hitam nopol B 8732 GM. Tapi belum diketahui identitas pengendaranya,” kata Wibowo, Kepala Humas PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) ketika dikonfirmasi, Senin (25/6/2018).

Baca: Lima Tahun Dihagai Rp 50 Ribu-Rp 100 Ribu Itu Rugi Besar

Kejadian tersebut, lanjutnya, bermula saat bus amari BMP 104 memasuki halte Blok M. Lalu di depan bus tersebut sudah terdapat mobil Grand Max pelaku dalam jalur 1, yang hendak mundur.

“Tetapi bus amari BMP 104 sudah masuk ke dalam jalur 1. Lalu pramudi BMP 104 (Hafizh) turun untuk mengimbau mobil tersebut agar maju. Karena bus di depannya sudah maju, agar mobil tersebut bisa keluar dari jalur ketika bus. BMP 104 selesai menurunkan pelanggan,” jelas Wibowo.

Namun, ternyata mobil pelaku bersama mobil pelaku lainnya (Nissan B 8732 GM) justru menunggu di jalur 2 Blok M. Keduanya menghampiri Hafizh ke jalur 1.

Baca: Partai Politik yang Masih Berani Mencalonkan Bekas Napi Koruptor Jadi Caleg Sama Saja Bunuh Diri

“Kemudian menarik petugas tersebut mendekat halte Blok M dan memukulnya pada bagian wajah. Petugas lainnya yang melihatnya langsung melerainya,” papar Wibowo.

Kemudian, para pelaku tersebut langsung meninggalkan lokasi kejadian. Menindaklanjuti kasus tersebut, korban langsung melaporkan kepada pihak kepolisian. (*)

Penulis: Mohamad Yusuf
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help