Piala Dunia 2018

FIFA Denda Polandia karena Suporter Bawa Spanduk Bersifat Politis

FIFA tidak menjelaskan lebih rinci mengenai spanduk yang dimaksud. Asosiasi Sepak Bola Polandia juga menolak untuk berkomentar.

FIFA Denda Polandia karena Suporter Bawa Spanduk Bersifat Politis
Kompas.com
Logo FIFA. 

FIFA menjatuhkan denda 10.000 franc Swiss kepada Asosiasi Sepak Bola Polandia, untuk apa yang disebut sebagai spanduk menyerang yang dipasang para penggemar Polandia saat timnya kalah 1-2 dari Senegal pada pertandingan Piala Dunia pada Selasa.

"Komite Disiplin FIFA menjatuhkan sanksi kepada Asosiasi Sepak Bola Polandia dengan denda 10.000 franc Swiss dan peringatan untuk spanduk politis dan menyerang yang diperlihatkan para penggemar Polandia," kata FIFA dikutip dari Antaranews.

Organisasi sepak bola dunia itu tidak menjelaskan lebih rinci mengenai spanduk yang dimaksud.

Asosiasi Sepak Bola Polandia menolak untuk berkomentar.

FIFA pada awal pekan ini juga mendenda Federasi Sepak Bola Meksiko untuk apa yang disebut sebagai "yel-yel diskriminasi dan melecehkan" para penggemarnya saat Meksiko secara mengejutkan menang 1-0 atas Jerman pada pekan lalu.

Baca: Keisuke Honda Jadi Pahlawan Jepang dengan Menahan Imbang Senegal 2-2

Pihaknya juga membuka penyelidikan disiplin terhadap Asosiasi Sepak Bola Argentina dan Federasi Sepak Bola Kroasia untuk apa yang disebut sebagai insiden keributan penonton saat kedua negara itu bertemu pada Kamis (22/6/2018).

Penyelidikan disiplin juga dibuka FIFA terhadap dua pemain Swiss Xherdan Shaqiri dan Granit Xhaka untuk selebrasi gol mereka, ketika mereka menang atas Serbia pada Jumat (23/6/2018) di laga Piala Dunia.

Proses serupa juga dilakukan terhadap Asosiasi Sepak Bola Serbia untuk masalah kerusuhan penonton dan terdapatnya apa yang disebut FIFA sebagai pesan politis dan menyerang para penggemar Serbia, sedangkan pelatih Serbia Mladen Krstajic menghadapi penyelidikan FIFA terkait pernyataan yang dilontarkannya setelah pertandingan itu.

Editor: Dewi Pratiwi
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help