Piala Dunia 2018

Asosiasi Sepak Bola Korsel Layangkan Surat Protes ke FIFA

Menurut KFA, wasit Milorad Mazix tidak menghentikan pertandingan saat terjadi kesalahan yang dilakukan pemain Meksiko.

Asosiasi Sepak Bola Korsel Layangkan Surat Protes ke FIFA
Yonhap
Ki Sung-yueng (tengah) 

ASOSIASI Sepak Bola Korea Selatan (KFA) akan mengirim surat ke FIFA untuk menyatakan kekecewaan atas keputusan wasit di laga Korea Selatan kontra Meksiko di Piala Dunia 2018, Sabtu (23/6/2018).

Menurut KFA, wasit Milorad Mazix tidak menghentikan pertandingan saat terjadi kesalahan yang dilakukan pemain Meksiko.

"Berdasarkan permainan terkait gol kedua Meksiko, kami telah melihat rekamannya pagi harinya (Minggu, 24/6/2018). Dan kami simpulkan kalau ada kesalahan pemain Meksiko pada Ki Sung-yeung sebelum meksiko merebut bola dan mencetak gol," ujar sumber dari kepala timnas pelatihan Korea Selatan di Saint Petersburg.

"Karena itulah, kami akan mengungkapkan rasa kecewa kami atas keputusan itu," tambahnya dikutip dari yonhap.

Baca: Keisuke Honda Jadi Pahlawan Jepang dengan Menahan Imbang Senegal 2-2

Sebelum Javier Hernandez mencetak gol kemenangan 2-0 untuk Meksiko di menit ke-66, kapten timnas Korea Selatan Ki Sung-yeung tengah menggiring bola di tengah lapangan tetapi ia dijatuhkan oleh Hector Herrera.

Sayangnya, kesalahan itu tidak dianggap wasit dan tidak meniup peluitnya dan saat pemain Korea Selatan masih kaget dengan kejadian itu, Meksiko sudah langsung melakukan serangan balik dan Hernandez mencetak gol.

"Meskipun wasit tidak melihat kejadian itu, kami percaya asisten wasit seharusnya melihat kesalahan itu. Karena masalah inilah kami akan melayangkan surat protes," ungkapnya.

Staf KFA juga mempertanyakan kenapa wasit tidak menggunakan teknologi VAR (Video Assistant Referee) karena kesalahan Herrera terkait dengan gol kedua Meksiko.

Baca: Hari Moekti Meningal Dunia karena Serangan Jantung

Staf KFA juga mengatakan kalau protes mereka bukan untuk meminta banding atas kesalahan itu karena mereka tidak meminta FIFA untuk membatalkannya.

"Peluang untuk membatalkannya hanya 0 persen. Kami hanya ingin mengungkapkan rasa kekecewaan kami dan memastikan kejadian ini tidak terulang kembali di laga kami selanjutnya," ungkapnya.

Korea Selatan akan menghadapi laga terakhir menghadapi Jerman.

Setelah 2 kekalahan, peluang Korea Selatan semakin tipis namun, semua harapan itu masih muncul setelah Jerman merebut kemenangan pertamanya melawan Swedia.

Korea Selatan hanya perlu mengalahkan Jerman dan membuat banyak gol jika ingin merebut posisi kedua dan lolos ke babak 16 besar.

Penulis: Dewi Pratiwi
Editor: Dewi Pratiwi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved