SBY Tuduh Iriawan Geledah Rumah Deddy Mizwar, Ini Penjelasan Pemprov Jabar

Pada Kamis (21/6/2018) lalu, kata Apendi, dirinya menawarkan M Iriawan untuk meninjau 11 titik aset yang dikelola Biro Umum Pemprov Jabar.

SBY Tuduh Iriawan Geledah Rumah Deddy Mizwar, Ini Penjelasan Pemprov Jabar
KOMPAS.com/DENDI RAMDHANI
Penjabat Gubernur Jawa Barat M Iriawan saat diwawancarai media usai dilantil oleh Mendagri Tjahjo Kumolo sebagai Penjabat Gubernur Jabar di Gedung Merdeka, Bandung, Senin (18/6/2018). 

PERNYATAAN Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menyebut rumah dinas wakil gubernur Jawa Barat digeledah oleh Penjabat Gubernur Komjen Pol Mochamad Iriawan, disanggah oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Kepala Bagian Rumah Tangga Biro Umum Setda Provinsi Jabar Dedi Apendi mengatakan, M Iriawan tidak pernah melakukan penggeledahan rumah dinas yang sebelumnya ditinggali Deddy Mizwar tersebut.

Apendi mengatakan, hal tersebut hanyalah peninjauan aset yang dikelola Biro Umum Pemprov Jabar. Apendi menceritakan kronologi kejadian yang dikomentari SBY sebagai penggeledahan tersebut.

Baca: Persija Bakal Jamu Persib di Stadion PTIK, Panitia Siapkan Layar Besar

Pada Kamis (21/6/2018) lalu, kata Apendi, dirinya menawarkan M Iriawan untuk meninjau 11 titik aset yang dikelola Biro Umum Pemprov Jabar.

"Kamis pagi sehabis rapat di Gedung Sate, saya katakan kepada Pak Gubernur bahwa kami mengelola 11 titik, yakni Gedung Sate, Gedung Pakuan, Gasibu, Saparua, Rumah Dinas Sekda Jabar, Rumah Dinas Wagub dan para asisten," kata Apendi saat ditemui di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Sabtu (23/6/2018) malam.

Pada pagi hari setelah memimpin rapat, katanya, M Iriawan meninjau Gasibu dan GOR Saparua. Setelah rapat kembali pada malam hari, M Iriawan pun kemudian diajak Apendi memantau aset lainnya, yakni Rumah Dinas Wagub Jabar di Rancabentang.

Baca: Kuasa Hukum Nilai Vonis Mati Terhadap Aman Abdurrahman Sangat Dipaksakan

Apendi menyarankan peninjauan tersebut dilakukan malam hari, supaya tidak mengganggu aktivitas keesokan harinya.

"Memantau rumah dinas wagub, sekalian Pak Gubernur pulang ke kediamannya. Saat itu jam 22.00. Beliau masuk ke dalam bersama saya, hanya mengecek secara keseluruhan tidak detail, lima menit saja tidak sampai. Ini pemantauan aset pemerintah sendiri, bukan penggeledahan. Beliau harus mengetahui aset-aset yang dikelola, saya sendiri yang mengarahkan," ungkap Apendi.

Rumah dinas wakil gubernur telah diseraherimakan kepada Biro Umum Pemprov Jabar pada 14 Februari 2018, ditandatangani oleh Deddy Mizwar yang masih menjabat sebagai Wakil Gubernur saat itu.

Baca: Warga Palmerah Temukan Bayi dalam Kardus di Gang, Kondisinya Masih Wangi Bedak

"Saya rasa beliau harus mengetahui aset-aset yang dikelola Pemprov Jabar. Karena beliau sampai bertanya apakah Sabuga juga aset Pemprov Jabar. Kami jelaskan dan langsung melalui pantauan langsung," ucapnya.

Kegiatan tersebut, katanya, adalah pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Gubernur sebagai Pemegang Kekuasaan Pengelolaan Barang Daerah sesuai PP Nomor 27/2014 dan Pemendagri Nomor 19/2016 tentang Pedoman Pengelolaan Barang Milik Daerah. (Muhamad Syarif Abdussalam)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved