Pelaku Perampasan Taxi Online di Alam Sutera Gagal Menikah Hari Ini

Pelaku perampasan dan kekerasan taxi online di Jalan Raya Lingkar Barat Alam Sutera mengaku akan melaksanakan pernikahan pada Sabtu (23/6/2018).

Pelaku Perampasan Taxi Online di Alam Sutera Gagal Menikah Hari Ini
Wartakotalive.com/Zaki Ari Setiawan
Polrestro Tangerang melakukan pengungkapan kasus perampasan dan pencurian taksi online yang dilakukan oleh Egi dan Giri di Alam Sutera Tangerang 

Pelaku perampasan dan kekerasan taxi online di Jalan Raya Lingkar Barat Alam Sutera, Tangerang mengaku akan melaksanakan pernikahan pada hari ini, Sabtu (23/6/2018).

Hal ini diceritakan pelaku bernama Giri (25) saat pengungkapan kasusnya di Polrestro Tangerang. 

“Hari ini harusnya pernikahan saya di Cirebon,” ujar Giri.

Giri juga menjelaskan sampai hari ini pihak mempelai wanita belum mengetahui nasib buruk yang dialaminya.

Akibat perbuatannya, Giri gagal melaksanakan pernikahan dan harus mendekam di jeruji besi Polrestro Tangerang bersama Egi (19), rekan pelaku saat beraksi.

kiri-kanan, Egi (19) dan Giri (25) pelaku perampasan dan kekerasan taxi online di Alam Sutera Tangerang pada 10 Juni lalu
kiri-kanan, Egi (19) dan Giri (25) pelaku perampasan dan kekerasan taxi online di Alam Sutera Tangerang pada 10 Juni lalu (Wartakotalive.com/Zaki Ari Setiawan)

Menurut keterangan Kapolrestro Tangerang, Kombes Pol. Harry Kurniawan kedua pelaku memesan taxi online dari Harmoni Jakarta Barat menuju Pasar 8 Alam Sutera Tangerang tanggal 10 Juni lalu.

“Pada saat sopir memberhentikan mobil, Egi mengeluarkan senar gitar kemudian mencekek sopir. Setelah itu Giri mengeluarkan senjata api dan mengancam agar tidak melawan,” kata Kombos Pol. Harry.

Selanjutnya Sopir bernama Sugiarto (40) disekap dengan kedua tangan yang diikat lakban.

Kemudian mobil avanza hitam itu dibawa pelaku ke wilayah Cianjur Jawa Barat dan membuang Sugiarto di area persawahan.

 Setelah melapor, Polrestro Tangerang membekuk pelaku pada tanggal 22 Juni 2018 diseputaran daerah Cianjur.

Egi dan Giri sudah mengganti nomor polisi yang semula B-2049-BZB menjadi D-1179-NIE.

 Giri mengaku alasannya melakukan perampasan mobil untuk kembali dijual dan modal menikah.

“Mau dijual berapa aja tergantung yang nawar. Buat modal,” kata Giri yang mengalami luka tembak pada bagian kaki kanannya karena memberikan perlawanan saat ditangkap.

Giri dan Egi terancam mendekam di sel dengan hukuman paling lama 12 tahun penjara karena terjerat Pasal 365 KUHP.

Penulis: Zaki Ari Setiawan
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved