Kebebasan Pers Burma Makin Memburuk dengan Diborgolnya Jurnalis Tanpa Keadilan

Selain melakukan genosida terhadap warga sipil Rohingya, rezim militer dan warga Burma juga melakukan berbagai kegiatan perkosaan.

Kebebasan Pers Burma Makin Memburuk dengan Diborgolnya Jurnalis Tanpa Keadilan
Reuters
Pada saat penangkapan mereka, wartawan ini telah melakukan investigasi terhadap pembunuhan 10 pria dan anak laki-laki Muslim Rohingya di sebuah desa di negara bagian Rakhine, Myanmar Barat. 

KEBEBASAN pers di Asia Tenggara, khususnya di Burma kian memburuk oleh tindakan represif yang dilakukan rezim militer di sana.

Selain melakukan genosida terhadap warga sipil Rohingya, rezim militer Burma juga melakukan berbagai kegiatan perkosaan, penyisaan, dan pembunuhan.

Kegiatan biadab itu mendapatkan liputan yang suloit dari sejumlah media, mereka cenderung membungkam media, bahkan memborgol jurnalis yang melakukan peliputan tanpa diadili.

Bahkan Suu Kyi yang didewakan sebagai tokoh kemanusiaan membiarkan semua tindakan keji yang dilakukan etnis Budha terhadap warga Rohingya yang beragama Islam.

Mereka melakukan perkosaan massal, melakukan penyiksaan, dan berbagai tindakan biadab lainnya terhadap warga Rohingya yang beragama Islam.

Sebagaimana diulas Time, dikutip Warta Kota, Sabtu (23/6/2018), Asia Tenggara mungkin tidak pernah menjadi teladan dari pers yang bebas, tetapi langkah demokratis yang dibuat pada akhir '80 -an dan '90 -an dengan cepat terurai.

Penyelidikan keuangan yang ditargetkan telah memaksa surat kabar dari catatan untuk menutup atau membahayakan kemandirian mereka.

Jurnalis telah didiskreditkan oleh kampanye media sosial yang canggih.

Pencemaran nama baik, penghasutan, dan undang-undang yang tidak jelas lainnya telah digunakan untuk menempatkan wartawan di balik terali besi, seringkali di samping undang-undang baru yang dibuat untuk mengendalikan dunia maya.

Alat-alat penindasan satu negara tampaknya telah memengaruhi tetangga dalam penciptaan mereka sendiri.

Halaman
123
Penulis: Gede Moenanto Soekowati
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved