Terima Upah Rp 300 Juta Kurir Sabu Dibekuk BNN

Empat kurir sabu mengaku diupah Rp 300 juta setiap kali mengantar barang. Aksi mereka dihentikan BNN.

Terima Upah Rp 300 Juta Kurir Sabu Dibekuk BNN
WARTA KOTA/JOKO SUPRIYANTO
Tersangka upaya penyelundupan sabu yang dikirim dari Medan menuju Jakarta di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara. 

BADAN Narkotika Nasional (BNN) berhasil membekuk empat kurir sabu kawasan Penjaringan Jakarta Utara pada, Jumat (1/6). Dari pengungakapan tersebut 10 kilogram sabu berhasil diamankan.

Kepala BNN, Komjen Pol Heru Winarno mengatakan bahwa keempat kurir sabu tersebut adalah jaringan Malaysia-Aceh. Bahkan upah yang diterima para kurir untuk sekali antar sebesar Rp. 300 juta.

"Satu orang ada dapat Rp 50 juta. Jadi per kilo sekitar Rp 30 per kg, lalu di bagi-bagi ada yang dapat Rp 50 juta. Jadi mereka dapat Rp 300 juta," kata Heru, Jumat (22/6/2018).

Dari pengungkapan kasus tersebut, BNN berhasil mengamankan empat orang tersangka berinisial AL (36), AB (46), MU (41) dan KS (36).

Keempat tersangka ini berperan sebagai kurir, sementara otak dari penyelundupan sabu dilakoni oleh seorang pria yang kini masih buron.

Sementara dalam aksinya para kurir sabu ini mengelabuhi para petugas dengan cara menyimpan paketan sabu dalam bentuk pake teh di boks speaker.

"Keempatnya diamankan tim BNN saat bertemu di pintu air gerbang Pelabuhan Muara Baru, Penjaringan. BNN menyita 18 bungkus teh china yang disimpan dalam boks speaker dengan berat brutto 9.976 gram," ucapnya.

Menurut Heru, keempat kurir itu memiliki tugas masing-masing. Kurir berinisial AL bertugas membawa sabu tersebut dari Palembang menuju Jakarta.

Sedangkan AB, MU dan KS berperan menerima dan membawanya ke Surabaya.

Atas perbuatannya, seluruh tersangka terancam pasal Pasal 114 Ayat (2), Pasal 112 Ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan hukuman maksimal pidana mati atau penjara seumur hidup.

Kemudian seluruh tersangka dan barang bukti diamankan petugas ke BNN Cawang untuk penyidikan lebih lanjut.

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help