Bom Sarinah

Sniper Ikut Amankan Sidang Vonis Aman Abdurrahman

"Kemarin sudah kita perketat, tapi hari ini kita maksimalkan kembali. Semua ada 450 personel," ucap Indra.

Sniper Ikut Amankan Sidang Vonis Aman Abdurrahman
TRIBUNNEWS/FRANSISKUS ADHIYUDA
Aman Abdurrahman mendengar tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (18/5/2018). 

POLRES Metro Jakarta Selatan menempatkan sniper alias penembak jitu di sudut-sudut sekitat Gedung Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Polisi menjaga ketat jalannya sidang vonis Aman Abdurrahman yang berlangsung pada Jumat (22/6/2018) hari ini. Ratusan polisi bersenjata laras panjang bersiaga, termasuk penembak runduk atau sniper.

"Sniper juga kita tempatkan untuk mengawasi gerak-gerik dari luar, sudut kanan dan kiri kita standby kan ya," ujar Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar di PN Jaksel, Jumat (22/6/2018).

Baca: Soal Peluang Jadi Cawapres Jokowi, Airlangga Hartarto: Kita Tunggu Sesudah Pilkada Ya

Indra menerangkan, terdapat 450 personel kepolisian yang bersiaga untuk mengamankan sidang vonis kasus teroris Aman Abdurrahman di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan (Jaksel), Jumat (22/6/2018).

"Kemarin sudah kita perketat, tapi hari ini kita maksimalkan kembali. Semua ada 450 personel," ucap Indra.

Pengamanan dibagi empat ring. Mulai dari pengamanan di luar Gedung PN Jaksel, hingga di dalam ruang sidang. Tidak ada sidang lain selan sidang vonis Aman. Sidang lain ditunda agar tempat bisa lebih mudah disterilkan.

Sebelumnya, jaksa menuntut hukuman mati terhadap Aman Abdurrahman, karena diyakini menjadi penggerak sejumlah teror di Indonesia, yakni aksi teror bom di gereja Samarinda pada 13 November 2016, bom Thamrin pada Januari 2016, bom Kampung Melayu pada 24 Mei 2017, serta penusukan polisi di Sumut dan penembakan polisi di Bima pada 2017. (Dennis Destryawan)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help