Bom Sarinah

Ikuti Imbauan KPI, Sidang Vonis Aman Abdurrahman Tak Disiarkan Langsung

Walau begitu, wartawan, katanya, diberikan waktu selama tiga menit untuk mendokumentasikan jalannya sidang secara bergantian.

Ikuti Imbauan KPI, Sidang Vonis Aman Abdurrahman Tak Disiarkan Langsung
WARTA KOTA/DWI RIZKI
Kapolres Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Polisi Indra Jafar memberikan pengarahan kepada anggota Polri di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Pasar Minggu, Jumat (22/6/2018). 

MESKI sidang vonis terdakwa teroris Aman Abdurahman alias Oman Rohman alias Abu Sulaiman Bin Ade Sudarma di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (22/6/2018) diagendakan terbuka, faktanya sidang berlangsung tertutup.

Pihak kepolisian membatasi peliputan pimpinan Jamaah Ansharut Daulah itu, untuk mencegah teroris kembali bergejolak.

Hal tersebut dijelaskan Kapolres Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Polisi Indra Jafar, mengingat imbauan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) beberapa waktu lalu. Dalam imbauan, KPI menyarankan tidak ada siaran langsung terkait sidang teroris.

Baca: Aman Abdurrahman Siap Dihukum karena Percaya Khilafah dan Menyuruh Orang ke Suriah

"Sesuai surat edaran KPI, wartawan dilarang meliput langsung sidang teroris, karena dikawatirkan akan membangkitkan pengikutnya yang lain," jelas Indra usai memberikan pengarahan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Pasar Minggu, Jumat (22/6/2018).

Walau begitu, wartawan, katanya, diberikan waktu selama tiga menit untuk mendokumentasikan jalannya sidang secara bergantian. Selebihnya, seluruh alat peliputan dilarang masuk ke dalam ruang sidang utama Prof H Oemar Seno Adji, hingga vonis dijatuhkan oleh Hakim Ketua Ahmad Zaini.

"Nantinya wartawan hanya diberi waktu tiga menit untuk meliput masuknya terdakwa dan meliput perangkat sidang, selanjutnya alat peliputan ditanggalkan di luar sidang," paparnya.

"Protap sesuai SOP, yang masuk lakukan penggeledahan terhadap barang-barang yang tidak boleh masuk, dan dititipkan di tempat yang sudah disediakan," papar Indra. (*)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help