Ibu yang Aniaya Anak Kandung Pakai Gayung Hingga Tewas Juga Sering Pukuli Suaminya

Walau begitu, pelaku dari keterangan para saksi tidak memiliki riwayat sakit jiwa atau mengalami stres.

Ibu yang Aniaya Anak Kandung Pakai Gayung Hingga Tewas Juga Sering Pukuli Suaminya
SURYA/ACHMAD AMRU MUIZ
Penyidik UPPA Polres Malang memeriksa ibu kandung pelaku penganiayaan terhadap anaknya hingga tewas, Kamis (21/6/2018). 

APARAT Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Malang akan memeriksakan Ani Masripah (34), ibu penganiaya anak kandung hingga tewas, ke psikolog.

Meskipun, warga Dusun Tempur, Desa Pagak, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang, Jawa Timur tersebut tidak memiliki riwayat sakit jiwa atau stres.

Kepala UPPA Polres Malang Iptu Yulistiana Sri Iriana mengatakan, dari keterangan para saksi diketahui pelaku bertemperamental keras dan sering memukul anak sulungnya, SA (8). Walau begitu, pelaku dari keterangan para saksi tidak memiliki riwayat sakit jiwa atau mengalami stres.

Baca: Ibu Aniaya Putra Semata Wayangnya Pakai Gayung Hingga Tewas Gara-gara Ambil Uang Rp 51 Ribu

"Tentunya nanti dari hasil pemeriksaan psikolog bisa diketahui kejiwaan dari pelaku yang tega menganiaya anaknya hingga meninggal dunia tersebut," ujarnya, Kamis (21/6/2018).

Menurut Yulistiana, sikap keras dari pelaku terhadap korban tersebut sudah biasa terjadi, dari keterangan para saksi. Bahkan, suaminya sendiri, Mariat (36), juga sering menerima perlakuan keras berupa pemukulan dari istrinya tersebut.

"Yang jelas, saat ini kami masih terus melakukan pemeriksaan intensif terhadap tersangka, dan meminta keterangan saksi-saksi yang mengetahui kejadian tersebut," ucap Yulistiana.

Baca: Lulus S2 dari Universitas Bergengsi di Amerika Serikat, Tasya Kamila Terobsesi Jadi Menteri

SA (8), putra sulung pasangan Ani Masripah (34) dan Mariat (36), warga Dusun Tempur, Desa Pagak, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang, meregang nyawa setelah mengalami penganiayaan yang dilakukan ibu kandungnya sendiri menggunakan gayung, Rabu (20/6/2018). Diduga SA juga dibenturkan ke tembok dan digigit oleh ibu kandungnya.

"Karena ditubuh korban ada bekas gigitan dan luka di kepala, dan kami masih menunggu hasil autopsi untuk memastikan hal itu," tutur Yulistiana Sri Iriana.

Sedangkan Ani Masripah banyak diam di hadapan Penyidik UPPA Polres Malang. Ia mengaku menggigit korban selain memukuli dengan gayung mandi.

Baca: Sebut Tangerang Selatan Masuk Zona Merah, Airin: Para Teroris itu Beda dari yang Lain

"Saya pukul dengan gayung dan juga saya gigit, karena anak saya sempat melawan," aku Ani Masripah.

Halaman
12
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved