Diduga Terusik dan Lapar, Monyet Liar Serang dan Gigit Satpam Perumahan di Bekasi

Petugas bernama Abdul Aziz (30) itu terpaksa mendapat empat jahitan di bagian tangan kanannya, karena digigit monyet tersebut.

Diduga Terusik dan Lapar, Monyet Liar Serang dan Gigit Satpam Perumahan di Bekasi
WARTA KOTA/FITRIYANDI AL FAJRI
Abdul Aziz (30), satpam di perumahan Pondok Mitra Lestari (PML) Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, diserang seekor monyet, Kamis (21/6/2018) petang. 

SEORANG satpam di perumahan Pondok Mitra Lestari (PML) Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, diserang seekor monyet, Kamis (21/6/2018) petang.

Petugas bernama Abdul Aziz (30) itu terpaksa mendapat empat jahitan di bagian tangan kanannya, karena digigit monyet tersebut.

Rio Budianto, pelaksana tugas Ketua RW 13 di perumahan setempat mengatakan, kasus penyerangan itu terjadi saat korban sedang berjaga di pos keamanan bersama rekannya bernama Miit. Saat keduanya tengah berbincang, tiba-tiba monyet liar yang belum diketahui jenisnya itu menyerang korban secara berutal hingga tangannya digigit.

Baca: Dishub Kota Tangerang Mulai Pasang Rambu Portabel

Saat korban mengerang kesakitan, sang monyet kemudian melepas gigitannya dan melarikan diri ke perumahan setempat.

"Oleh warga, korban dibawa ke Klinik Mawar di dekat perumahan untuk mendapat empat jahitan dan suntikan anti tetanus," jelas Rio, Jumat (22/6/2018).

Rio mengatakan, korban mendapat empat jahitan karena panjang dan kedalaman lukanya sekitar dua sentimeter. Saat ini, kata dia, Abdul Aziz tengah beristirahat di rumahnya untuk masa pemulihan pasca-digigit monyet.

Abdul Aziz (30), satpam di perumahan Pondok Mitra Lestari (PML) Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, diserang seekor monyet, Kamis (21/6/2018) petang.
Abdul Aziz (30), satpam di perumahan Pondok Mitra Lestari (PML) Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, diserang seekor monyet, Kamis (21/6/2018) petang. (WARTA KOTA/FITRIYANDI AL FAJRI)

Menurutnya, kehadiran monyet liar di lingkungannya itu memang kerap meresahkan warga, khususnya kalangan ibu rumah tangga. Bahkan, warga memproyeksikan ada tiga ekor monyet dengan ukuran besar dan kecil.

"Kami tidak tahu kehadiran monyet dari mana, tapi mereka sering menyasar rumah warga yang memiliki pohon mangga dan pohon pisang," jelasnya.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan pada Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Bekasi Satia Sriwijayanti menyatakan, pihaknya bakal mengerahkan petugas ke lapangan untuk mengecek informasi tersebut. Menurut dia, tindakan yang dilakukan klinik dengan memberi korban anti-tetanus sudah tepat.

Baca: Mantan Murid Gembong Teroris Noordin M Top Pernah Batal Mengebom Kafe Gara-gara Ini

"Kepada korban saya mengimbau agar ikuti saran dokter klinik, karena mereka yang paham kondisi pasien. Bila dirasa perlu dirujuk ke RSUD Kota Bekasi, mereka tentu akan menyarankan ke sana," tutur Satia.

Menurut dia, perilaku hewan yang menyerang manusia biasanya dipicu oleh dua faktor, yakni terusik dan lapar. Hewan akan melakukan pertahanan dengan menyerang lawannya, karena terusik dengan makhluk lain. Begitu pula bila lapar, mereka akan menyerang makhluk lain demi mendapatkan makanan tersebut.

"Mungkin saat kejadian ada makanan di lokasi atau petugas sedang pegang makanan, sehingga monyet dengan nalurinya ingin mengambil makanan itu," ulasnya.

Baca: MUI Ingin Mubalig yang Berceramah di Televisi Bersertifikasi

Satia berencana berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi untuk menangkap hewan tersebut. Sebab, penangkapan hewan berada di bidang rescue atau penyelamatan dinas tersebut.

"Tugas penyelamatan termasuk menangkap hewan seperti ular, monyet, dan sebagainya, adalah ranah Dinas Pemadam Kebakaran," terangnya. (*)

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved