Pilkada Serentak 2018

Warga Makasar Diminta Tidak Coblos Kotak Kosong

hal ini harus menjadi perhatian partai politik dalam mempersiapkan kaderisasi baik untuk calon kepala daerah

Warga Makasar Diminta Tidak Coblos Kotak Kosong
Amriyono Prakoso
Anggota DPR RI, Rambe Kamaruzzaman 

MASYARAKAT yang memiliki hak pilih diminta tidak memilih kotak kosong dalam Pilkada Serentak yang diikuti calon tunggal, termasuk di Pemilihan Wali Kota Makassar Sulawesi Selatan.

Demikian diungkapkan Anggota Komisi II DPR RI, Rambe Kamarulzaman kepada wartawan, Kamis (21/6/2018).

Pasalnya, Mahkamah Agung (MA) telah menguatkan putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara bahwa pasangan calon Mohammad Ramdhan Pomanto (Danny Pomanto)-Indira Mulyasari didiskualifikasi. Kini, hanya tersisa satu pasangan calon yakni Munafri Arifuddin-Rachmatika Dewi.

“Bagi saya, yang sudah punya KTP, e-KTP dan suket (surat keterangan) ya silahkan untuk melakukan pemilihan yang kita pandang baik. Justru yang belum punya, kita jangan menghilangkan hak konstitusional warga negara,” kata Rambe.

Menurut dia, semua harus berupaya mengajak partisipasi masyarakat untuk menggunakan hak konstitusionalnya dalam memilih calon kepala daerah.

Meskipun, masih banyak daerah yang hanya menyediakan satu pasangan calon saja alias calon tunggal di Pilkada Serentak 2018.

“Untuk pemilu yang akan datang yang punya hak pilih, hak konstitusional itu harus memilih pemimpin, tidak baiklah warga negara tidak menggunakan hak konstitusionalnya tinggal di Indonesia,” ujar Politisi Partai Golkar ini.

Ia mengatakan memang untuk kasus di Kota Makassar itu tersendiri, dimana masyarakat tentu ada saja yang tidak puas akibat adanya hanya calon tunggal atau satu pasangan calon Wali Kota saja.

Padahal, untuk apa calon tunggal dilakukan pemilihan.

“Waktu itu sempat jadi perdebatan kalau calonnya sendiri satu pasang, kita berikan persetujuan saja bahwa setuju atau tidak. Tapi intinya Undang-Undang Dasar 1945 itu dipilih, kalau dipilih dibuat pencoblosan. Kalau begitu, bolehkah mencoblos orang yang tidak ada atau kotak kosong? Itu kan jadi polemik,” jelas dia.

Halaman
12
Editor: ahmad sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved