Liga 1

PS Tira Menanti Pelatih Baru

PS Tira saat ini masih terpaku di peringkat ke-13 klasemen sementara Liga 1 2018. Dari 13 pertandingan, The Young Warriors mengumpulkan nilai 16.

PS Tira Menanti Pelatih Baru
Twitter
PS Tira 

HARAPAN baru PS Tira diharapkan muncul setelah jeda kompetisi momen libur Hari Raya Idul Fitri.

Tim yang musim lalu bernama PS TNI ini bakal segera memiliki pelatih kepala baru yang akan memimpin tim mengarungi ajang Liga 1 2018.

“Harapannya tentu saja secepatnya sudah ada pelatih baru usai libur Lebaran ini. PS Tira sendiri akan menjalani latihan perdana pada Senin mendatang," jelas pelatih sementara PS Tira, Miftahudin.

Jika memang usai libur Lebaran sudah ada sosok pelatih kepala baru menggantikan peran Rudy Eka Priyambada yang diistirahatkan, tentunya PS Tira akan memiliki semangat baru.

Mengenai kriteria pelatih baru nanti, Miftahudin mengatakan jika pelatih anyar ini harus benar-benar paham dengan karakter tim dan pemain PS Tira.

Dengan demikian, lanjut dia, diharapkan sang pelatih dapat lebih menyatu dengan tim dan mampu mengangkat tim menjadi lebih baik lagi.

Dikatakan MIftahudin, dia juga sudah berkomunikasi dengan manajemen yang tak lain adalah komandannya sebagai anggota TNI.

Baca: Bursa Prediksi Ragukan Argentina Kalahkan Kroasia

Salah satu yang dikomunikasikan adalah evaluasi dari hasil 13 pekan yang sudah dijalani oleh Manahati Lestusen dan kawan-kawan.

Khususnya untuk dua laga terakhir yang dia pimpin dengan hasil sekali menang dan sekali kalah.

PS Tira saat ini masih terpaku di peringkat ke-13 klasemen sementara Liga 1 2018. Dari 13 pertandingan, The Young Warriors mengumpulkan nilai 16.

Catatan ini hanya terpaut dua poin saja dengan PSIS Semarang yang ada di dasar klasemen sementara Liga 1 2018.

Artinya capaian PS Tira masih jauh dari kata aman.

Satu hal yang menjadi sorotan besar adalah masalah pertahanan dari PS Tira.

Bagaimana tidak, dari 13 laga, tim yang musim 2018 ini berkandang di Stadion Sultan Agung, Bantul ini sudah kebobolan sebanyak 28 gol. Ini adalah yang paling buruk dibanding 17 kompetitor di kasta tertinggi.

Editor: Dewi Pratiwi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved