Piala Dunia 2018

Luis Figo Sebut Menjadi Unggulan Bukan Jaminan Kemenangan

Menyaksikan Jerman kalah oleh Meksiko 0-1 dan hasil imbang Spanyol dan Portugal, menurut Figo menandakan kekuatan sepak bola kian merata.

Luis Figo Sebut Menjadi Unggulan Bukan Jaminan Kemenangan
Getty Image/Bola News
Luis Figo, resmi menjadi capres FIFA. 
SEJAK awal perhelatan Piala Dunia 2018 Rusia, mantan pesepak bola Portugal, Luis Figo, memprediksi Spanyol, Portugal, dan Jerman menjadi tim unggulan dan memiliki peluang lebih besar lolos ke babak akhir dan memenangi trofi Piala Dunia 2018.

Namun, Figo juga tidak bisa menampik bahwa fakta di lapangan tim yang bukan unggulan sukses membuat kewalahan dan merepotkan tim-tim besar yang diunggulkan sejak awal.
Oleh sebab itu, mantan pesepak bola berposisi gelandang tersebut mulai menggeser sedikit dugaan-dugaan serta prediksi yang pernah dilontarkannya.

Seperti dilansir AS.com, supersport, dan sportingnews, Figo melihat fakta perubahan permainan yang disajikan tim-tim negara bukan unggulan.
Menyaksikan Jerman kalah oleh Meksiko 0-1 dan perseteruan sengit dengan hasil 3-3 antara Spanyol dan Portugal, menurut Figo menandakan kekuatan sepak bola kian merata.

Baca: Lionel Messi Ingin Segera Lupakan Sakit Hati Gagal Pinalti

Sebagai pesepak bola kawakan dan telah melanglang buana di persepakbolaan Spanyol dan Italia, Figo mulai memahami dan bersiap untuk tidak terlalu terkejut jika di penghujung perhelatan Piala Dunia 2018 ada tim-tim negara bukan unggulan masuk ke putaran penting.

"Tentu tidak akan ada yang menyangka Jepang memporak-porandakan Kolombia. Portugal yang dinilai punya skuad terkuat belum mampu menjatuhkan Spanyol. Keduanya tampil dengan permainan nan mumpuni. Tentu semua jadi saksi ketika Meksiko menjungkalkan sang juara Jerman. Bahkan, Argentina dan Brasil yang punya banyak bintang sepak bola hanya mampu bermain seri. Jadi, mungkin akan saya katakan bahwa menjadi unggulan saat ini bukan kepastian jaminan kemenangan. Semua sudah memiliki pola permainan yang baik dan selalu harus diwaspadai. Prediksi kali ini akan jauh lebih sulit," beber pesepak bola berusia 45 tahun itu.

Baca Selengkapnya Hanya di KORAN SUPER BALL, Kamis (21/6/2018)
Editor: Dewi Pratiwi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help