Piala Dunia 2018

Lionel Messi Ingin Segera Lupakan Sakit Hati Gagal Pinalti

Messi berusaha melupakan sakit hatinya tersebut dan fokus untuk memenangi dua laga berikutnya, melawan Kroasia dan Nigeria.

Lionel Messi Ingin Segera Lupakan Sakit Hati Gagal Pinalti
Harian Super Ball
Harian Super Ball edisi Kamis (21/6/2018) halaman 1 

LIONEL Messi mengaku sakit hati setelah tendangan penaltinya gagal sehingga Argentina akhirnya harus puas bermain imbang, 1-1, melawan Islandia pada laga perdana Grup D, Sabtu (16/6/2018).

"Saya sakit hati gagal penalti. Andai penalti itu berhasil, skenarionya pasti berbeda," ucapnya.

Meski demikian, megabintang berusia 30 tahun itu berusaha melupakan sakit hatinya tersebut dan fokus untuk memenangi dua laga berikutnya, melawan Kroasia (Jumat, 22/6/2018) dan Nigeria (Rabu, 27/6/2018).

"Masih ada dua pertandingan lagi. Sekarang kami berpikir tentang Kroasia," sebut Messi.

"Kroasia lawan sulit, karena komposisi pemain mereka sangat bagus," lanjutnya.

Messi benar. Kroasia memiliki sederet pemain berkualitas, di antaranya gelandang tengah Real Madrid Luka Modric, dan rekan setim Messi di Barcelona, yakni gelandang bertahan Ivan Rakitic.

Zlatko Dalic, Pelatih Kroasia, pun akan memanfaatkan pengetahuan Modric dan Rakitic untuk menjinakkan Messi.

"Saya akan memanfaatkan semua informasi dari pemain saya tentang Messi," ujar Dalic.

Baca: Uruguay Lolos ke 16 Besar, Arab Saudi Temani Mesir Angkat Kaki dari Piala Dunia 2018

Banyak pakar sepak bola di Argentina menyarankan Pelatih Jorge Sampaoli mengubah susunan pemain inti timnya, terutama di lini depan. Salah satu Francisco Buteler.

Sebagaimana dilansir ESPN, Buteler menyarankan Sampaoli memainkan Paulo Dybala, mendampingi Messi di depan.

Buteler tahu betul kekuatan Dybala, karena gelandang serang berusia 24 tahun tersebut merupakan anak didik Buteler di akademi Instituto de Cordoba (Argentina) beberapa tahun silam.

"Messi membutuhkan pemain seperti Paulo, yang bisa diajak bermain satu dua sentuhan untuk mereduksi ruang, pemain yang bisa menerima kembali umpan dan bergerak maju menuju target. Bersama dengan (Sergio) Aguero, pemain yang dalam pertandingan seperti melawan Islandia, ketika ruang direduksi, mampu membuat sesuatu yang positif. Seorang pemain yang bisa menggiring bola, mendobrak pertahanan lawan," tutur Buteler.

Baca Selengkapnya Hanya di KORAN SUPER BALL, Kamis (21/6/2018)

Editor: Dewi Pratiwi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help