Jumlah Pemudik di Terminal Tanjung Priok Menurun Pada Lebaran 2018

JUMLAH pemudik yang berangkat dari Terminal Tanjung Priok, Jakarta Utara mengalami penurunan dibanding tahun lalu.

Jumlah Pemudik di Terminal Tanjung Priok Menurun Pada Lebaran 2018
WARTA KOTA/JUNIANTO HAMONANGAN
Sebanyak 3.574 penumpang berangkat dari Terminal Tanjung Priok menuju berbagai kota di Pulau Jawa. Jumlah itu diperoleh selama empat hari terakhir yakni Kamis (7/6) hingga Minggu (10/6) jelang Hari Raya Idul Fitri. 

JUMLAH pemudik yang berangkat dari Terminal Tanjung Priok, Jakarta Utara mengalami penurunan dibanding tahun lalu.

Hal tersebut tercermin dari banyaknya kendaraan yang menumpuk di dalam terminal.

“Kalau dibandingkan tahun kemarin, kendaraan sedikit tapi penumpang cukup banyak. Kalau sekarang kendaraan banyak penumpang tidak ada. Artinya jumlah pemudik menurun,” ucap Kepala Terminal Tanjung Priok, Mulya, Kamis (21/6/2018).

Mulya menduga penurunan jumlah pemudik tersebut dikarenakan adanya program mudik gratis yang digelar beberapa instansi baik pemerintah maupun swasta.

Namun demikian puncak arus balik di Terminal Tanjung Priok diprediksi jatuh pada hari Kamis (21/6/2018) ini. Kebanyakan mereka adalah para pemudik yang berasal dari Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Baca: 2.629 Pemudik Masih Berangkat dari Terminal Tanjung Priok di H+1 Lebaran

“Penumpang yang tiba sudah dihitung mencapai 3.800 orang. Jadi penumpang sedikit demi sedikit sudah habis karena jam kerja sudah masuk. Mungkin malam ini yang kerja swasta-swasta baik pedagang maupun apa, ya mungkin malam ini,” ucapnya.

Kapolsek Tanjung Priok Kompol Supriyanto mengatakan sejauh ini pengamanan di Terminal Tanjung Priok berjalan lancar. Tidak ada laporan dari para pemudik yang menjadi korban kejahatan.

“Alhamdulillah sampai saat ini, dari mulai H-7, kami sudah buka pos pelayanan terpadu bekerjasama dengan Pak Mulya Kepala Terminal, cukup aman ya sampai saat ini,” ucapnya.

Tidak lupa pihaknya mengimbau kepada para pemudik agar menjaga barang bawaan. Jangan sampai keinginan mereka pulang ke kampung halaman, justru membuat mereka kehilangan barangnya atau kemalingan.

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved