Gedung Blok A Belum Dibuka, Sejumlah Pedagang Berjualan di Trotoar

"Biasanya jual di dalam Blok A basement 1, tapi karena masih ditutup jadi dagang di luar,"

Gedung Blok A Belum Dibuka, Sejumlah Pedagang Berjualan di Trotoar
Warta Kota/Rangga Baskoro
Sejumlah pedagang Pasar Tanah Abang memilih untuk berdagang di trotoar dan bahu jalan lantaran gedung yang menjadi pusat area pertokoan di Tanah Abang, seperti Blok G, F, A dan B masih tutup dan baru akan dibuka pada tanggal 25 Juni 2018 mendatang. 

Sejumlah gedung yang menjadi pusat area pertokoan di Tanah Abang, seperti Blok G, F, A dan B baru akan dibuka pada tanggal 25 Juni 2018 mendatang.

Kendati demikian, sejumlah pedagang tak kehabisan akal. Meski akses gedung dikunci oleh pengelola, agar tetap bisa berjualan mereka membawa pulang barang dagangannya dan berjualan di pinggir trotoar.

"Biasanya jual di dalam Blok A basement 1, tapi karena masih ditutup jadi dagang di luar. Kebetulan sebelum gedungnya ditutup pas mau Lebaran kami langsung keluarin barang-barang biar bisa jualan di luar," ujar Fajri (25) seorang pedagang baju di depan Blok B Tanah Abang, Kamis (21/6).

Ia diminta oleh pemiliknya untuk membawa barang-barang ke dalam mobil boks sejak H-1 Lebaran. Kemudian mereka pun berjulan tepat pada hari kedua Lebaran.

"Jualan dari hari kedua Lebaran. Mulai dagang dari jam 07.00 sampai 16.00 WIB. Kalau sudah selesai, barang-barangnya kami angkut ke mobil. Soalnya enggak bisa masuk ke dalam gedung. Gedung Blok A dibukanya baru tanggal 25 Juni nanti," ujarnya.

Meski aktivitas jual beli masih sepi, Fajri mengaku bisa menjual paling banyak 20 potong baju yang dijual dalam kisaran harga Rp 35.000-50.000.

"Kalau hari ramai biasanya 50 potong lakunya, sekarang paling hanya 20 potong saja. Satu potong kisaran harga Rp 35.000 sampai Rp 50.000," kata Fajri.

Sementara itu, Akbar (28) seorang pedagang Blok B juga melakukan hal yang sama seperti Fajri. Upahnya pun ditambah oleh pemilik toko sebanyak 2 kali lipat dari hari biasa.

"Dikasih tambahan upah sama atasan. Kalau hari biasanya Rp 50.000 per hari. Kalau sekarang dihitung lembur jadi dapat Rp 100.000. Daripada enggak ada kerjaan di kontrakan lebih baik dagang saja," kata pria asal Sumatera Barat tersebut. (abs)

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: murtopo
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved