Satu Keluarga Warga Duren Sawit Jadi Korban Kapal Tenggelam di Danau Toba

"Jadi mereka itu berangkat dari Samosir setelah ada acara itu dan acara sukses mereka pulang ke Siantar, berangkat mereka itu sekitar pukul 17.00

Satu Keluarga Warga Duren Sawit Jadi Korban Kapal Tenggelam di Danau Toba
Warta Kota
foto semasa hidup satu keluarga korban tengelamnya kapal di Danau Toba yang hingga saat ini belum ditemukan 

Peristiwa tenggelamnya kapal penumpang KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba di Kabupaten Simalungun, menyisakan duka mendalam bagi keluarga Ledixon Nainggolan (51) warga Jalan H. Akyar RT 006/05 No.58 Duren Sawit Jakarta Timur.

Pasalnya Ledixon berserta Istrinya Lilis Betty (49), beserta tiga anaknya Bungaran Nainggolan (22), Nicholas Nainggolan (18), Astrid Nainggola (17) menjadi korban atas tenggelamnya kapal Sinar Bangun.

Salah satu anggota keluarga korban, Wonni Fredi Nainggolan mengatakan bahwa Ledixon beserta keluarganya memang sudah merencanakan untuk pergi ke Siongang untuk melakukan peresmian tugu keluarga Opu Lambbas Nainggolan (Hutatangga).

"Jadi mereka itu berangkat dari Samosir setelah ada acara itu dan acara sukses mereka pulang ke Siantar, berangkat mereka itu sekitar pukul 17.00, memang kalo jam segitu itu kapal terakhir, mungkin karena kapal terakhir menurut informasi kapasitasnya overload," kata Fredi Saat ditemui, Rabu (20/6/2018).

Dikatakan Fredi, bahwa keluarganya yang menjadi korban tidak hanya dari keluarga Ledixon melainkan ada beberapa keluarga lain dengan jumlah seluruhnya 12 jiwa yang sebelumnya menghadiri acara keluarga sekaligus ziarah.

Adapun 12 daftar korban keluarganya yang masih dalam pencarian yakni Ledikson Nainggolan, Lilis br. Lubis, Aldy Alprido Bungaran Nainggolan, Astrid Laura br. Nainggolan, Nicolas Nainggolan, Hotman Nainggolan, Dorman Nainggolan, Basaria br. Nainggolan, Jon Veldy Nainggolan, Riani br. Nainggolan, Hasiholan Sidabutar, Melinton Simatupang.

Fredi menyebut anggota keluarganya yang menjadi korban adalah sosok yang cukup baik kepada tetangga maupun keluarga.

"Kebetulan abang kita ini sangat baik, selain itu dia ini juga orang yang di tuakan untuk marga nainggolan di wilayah ini. Kita juga ada perkumpulan dilingkungan RT sini dia juga sebagai ketua, bahkan dia juga di Gereja dia sangat aktif, jadi tentu dengan kejadian ini kami sangat kehilangan dan terpukul," ucapnya.

Tak hanya pihak keluarga, pihak tetangga juga mengenal keluarga korban sangat baik dan terbilang cukup dekat dengan beberapa warga sekitar. Hal tersebut diungkapkan oleh Evy Pardede (55) salah satu tetangga korban.

"Wah dia itu sangat baik, semuanya baik istrinya, anaknya, cukup dikenal baik disini, karena apa dia itu di tuakan istilahnya di lingkungan sini, jadi pasti sangat sedih ya dengar kabar seperti, untuk itu kami minta doanya supaya segera ditemukan," katanya. (JOS)

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: ahmad sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved