Lebaran 2018

Masjid Menara Kudus, Nilai Sejarahnya Tercetak di Uang Kertas Rp 5.000 (2)

Sebagai bentuk penghormatan pemerintah, gambar Masjid Menara Kudus disematkan di belakang uang kertas pecahan Rp 5.000 pada 1986.

Masjid Menara Kudus, Nilai Sejarahnya Tercetak di Uang Kertas Rp 5.000 (2)
Kompas.com/Puthut Dwi Putranto
DENNY Nur Hakim, Staf Dokumentasi dan Sejarah Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus (YM3SK) menunjukkan uang kertas pecahan Rp 5.000 produksi tahun 1986 yang bergambarkan Masjid Menara Kudus. 

KEISTIMEWAAN Masjid Menara Kudus di Kelurahan Kauman, Kecamatan Kudus, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, bukan isapan jempol belaka. ‎

Masjid yang didirikan oleh Sunan Kudus atau Sayyid Ja'far Shadiq Azmatkhan pada tahun 956 Hijriah atau 1549 Masehi menyisakan nilai historis yang tinggi. ‎

‎Menara di masjid yang juga kerap disebut Masjid Al Aqsha ini difungsikan oleh Sunan Kudus sebagai tempat mengumandangkan azan dan tempat untuk memukul beduk setiap kali bulan Ramadan datang.

Baca: Masjid Menara Kudus, Bukti Ajaran Toleransi Sunan Kudus (1)

Karena tingginya filosofi yang terkandung di dalamnya, menara yang konon merupakan menara masjid tertua di wilayah Jawa tersebut kini dijadikan sebagai landmark Kabupaten Kudus.

Sepak terjang Sunan Kudus yang menggunakan pendekatan kultural dalam berdakwah meninggalkan ciri khas akulturasi budaya antara Hindu-Islam pada Masjid Menara Kudus.

Baca: Masjid Menara Kudus, Pejabat Ngga Jujur Ngga Bakal Berani Lewat Gapura Masjid (3)

Sunan Kudus juga menekankan kepada umat pada saat itu untuk mengutamakan toleransi dengan umat beragama lainnya dalam kehidupan sehari-hari, misalnya melarang umat menyembelih sapi yang adalah hewan suci bagi umat Hindu.

Sebagai bentuk penghormatan, Pemerintah Indonesia menyematkan dokumentasi gambar menara di Masjid Menara Kudus di belakang uang kertas pecahan Rp 5.000 pada tahun 1986.

MASJID Menara Kudus di Kelurahan Kauman, Kecamatan Kudus, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Rabu (30/5/2018) sore.
MASJID Menara Kudus di Kelurahan Kauman, Kecamatan Kudus, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Rabu (30/5/2018) sore. (Kompas.com/Puthut Dwi Putranto)

"‎Ini bentuk apresiasi Gubernur Bank Indonesia yang dijabat oleh Arifin Siregar saat itu. Hal ini dilakukan karena mengingat keindahan dan nilai sejarah Menara Kudus," ‎kata Denny Nur Hakim, Staf Dokumentasi dan Sejarah Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus (YM3SK), akhir Mei lalu.‎

"Selain itu, Menara Kudus merupakan peninggalan sejarah Indonesia yang perlu dilestarikan dan diperkenalkan kepada masyarakat baik dalam dan luar negeri. ‎Menara Kudus berbentuk candi dan hanya satu-satunya peninggalan sejarah di dunia," lanjut dia.

2.000 Pengunjung

Halaman
12
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved