1000 Spanduk Liar Dicopot Satpol PP Depok

Kebanyakan spanduk terpasang mulai dari sepanjang Jalan Tanah Baru di Beji dan Pancoran Mas, lalu Jalan Siliwangi juga di Pancoran Mas,

1000 Spanduk Liar Dicopot Satpol PP Depok
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Dalam semalam, sebanyak sekitar 500 spanduk liar atau ilegal karena tak berizin, dicopot paksa petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Depok, dari beberapa wilayah dan ruas jalan utama di Depok. Operasi pencopotan paksa spanduk ilegal itu dilakukan mulai Rabu (13/6/2018) pukul 22.00 sampai Kamis (14/6/2018) dinihari pukul 01.30. 

Selama bulan Juni 2018 ini, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok telah mencopot paksa sedikitnya 1000 spanduk liar atau spanduk ilegal tak berizin yang dipasang di sejumlah wilayah dan ruas jalan di Kota Depok.

Hasil ini diklaim merupakan hasil pencopotan paksa spanduk liar terbanyak yang dilakukan Satpol PP Depok selama sekitar dua pekan baik siang dan malam.

Hal itu dikatakan Kasatpol PP Kota Depok Yayan Arianto kepada Warta Kota, Senin (18/6/2018).

"Di Bulan Juni ini kami mulai gencar operasi pencopotan spanduk tak berizin, sejak 4 hari sebelum Lebaran lalu. Hasilnya ada 1000 spanduk lebih yang kami copot paksa," kata Yayan.

Bahkan kata Yayan dalam semalam yakni pasa Rabu (13/6/2018) pukul 22.00 sampai Kamis (14/6/2018) dinihari pukul 01.30, sebanyak sekitar 500 spanduk liar itu dicopot paksa pihaknya dari wilayah Kecamatan Sukmajaya, Kecamatan Beji dan Kecamatan Pancoran Mas.

Sebab semua spanduk dipastikan tidak berizin dan dipasang di tempat terlarang.

"Hasil operasi 4 hari di Juni ini yang terbanyak yang pernah kami lakukan. Kebanyakan spanduk terpasang mulai dari sepanjang Jalan Tanah Baru di Beji dan Pancoran Mas, lalu Jalan Siliwangi juga di Pancoran Mas, sampai di Kecamatan Sukmajaya yakni di sepanjang Jalan Tole Iskandar, Jalan Kemakmuran serta Jalan Sentosa Raya dan sekitarnya," kata Yayan.

Selain itu kata dia ada juga beberapa spanduk yang dicopot paksa dari Jalan Margonda dan Jalan Juanda.

Semua spanduk ilegal itu kata Yayan dibawa ke Kantor Satpol PP Depok untuk nantinya dimusnahkan.

Penertiban spanduk liar ini kata Yayan dilakukan agar keindahan dan estetika Kota Depok makin terjaga dan tak dirusak dengan keberadaan spanduk liar.

"Juga agar pihak pemasang spanduk mengurus perizinannya dahulu sebelum melakukan pemasangan. Dengan begitu maka diharapkan pendapatan asli daerah Kota Depok meningkat dari pajak perizinan," katanya.

Ke depan kata Yayan pihaknya akan terus melakukan penertiban spanduk liar juga melakukan operasi tangkap tangan (OTT) bagi pemasang spanduk liar.

"Semua spanduk yang kami sita adalah spanduk iklan komersil atau niaga. Tidak ada spanduk parpol atau tokoh politik di luar alat peraga kampanye resmi yang kami copot paksa," kata Yayan.(bum)

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: ahmad sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved