Lebaran 2018

KSP: Idul Fitri Diharap Jadi Momen Pemersatu Umat

. Ini momen kita untuk saling bersatu, bukan cerai berai, apalagi berseteru yang bersifat paradoks dari makna Idulfitri,

KSP: Idul Fitri Diharap Jadi Momen Pemersatu Umat
Istimewa
Jenderal (purn) TNI Moeldoko 

Jumat (15/6/2018) umat muslim di dunia merayakan Idulfitri, hari dimana umat merayakan kemenangan setelah sebulan penuh melawan nafsu melalui berpuasa.

Idul Fitri diharapkan menjadi momen yang direnungkan dan diamalkan dalam kehidupan bermasyarakat, bernegara, dan berbangsa. Demikian dinyatakan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, seraya mengucapkan Selamat Idul Fitri kepada seluruh umat Islam di Indonesia.

“Idulfitri adalah kondisi dimana semua kembali ke nol. Semua yang buruk kita tanggalkan, kembali bersih. Negara ini milik kita bersama, dan bersatu menjadi kunci Indonesia untuk maju. Kita harus saling membesarkan, jangan saling mengecilkan. Ini momen kita untuk saling bersatu, bukan cerai berai, apalagi berseteru yang bersifat paradoks dari makna Idulfitri,” ujar Moeldoko.

Mantan Panglima TNI ini menilai potensi bangsa ini sangatlah besar dengan segala keberagaman suku bangsa, budaya, dan sumber daya alamnya. Karenanya, dari semua kelebihan itu, Indonesia harusnya jaya dengan semua potensinya.

“Jadi amatlah disayangkan jika semua potensi ini tergerus karena warga negaranya tak berpikiran bersatu,” tambah pria yang juga bergelar doktor ini.

Dihubungi terpisah, Wakil Ketua Umum MUI, Zainut Tauhid Sa'adi berpendapat senada. Ia mengajak kepada Umat Islam setelah menjalani serangkaian ibadah selama bulan Ramadhan dapat lebih meningkatkan kepatuhannya terhadap ajaran Islam dan kepeduliannya terhadap sesama terutama kepada kaum dhuafa, fakir-miskin dan anak yatim-piatu, dengan mengeluarkan zakat, infaq, sedekah dan wakaf.

"Mengajak kepada seluruh umat Islam di Indonesia untuk menjadikan hari raya Idulfitri sebagai momentum menjaga kohesi sosial, menjaga perdamaian, memperkuat dan mengokohkan kembali ikatan dan hubungan antar sesama saudara seagama (ukhuwah islamiyah), saudara sebangsa (wathaniyah), saudara sesama manusia (insaniyah)," ujar Zainut.

Terlebih Idulfitri tahun ini dekat dengan agenda politik nasional berupa Pemilukada, Pemilihan legistatif dan Pemilihan Presiden 2019, MUI menilai perbedaan aspirasi politik merupakan hal biasa yang harusnya dipandang sebagai rahmat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Labih lanjut, Zainut mengimbau kepada para khatib shalat Idul Fitri untuk selain menyampaikan pesan peningkatan keimanan dan ketakwaan, persaudaraan dan kedamaian kepada para jamaah, juga mengingatkan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya terorisme, narkoba, minuman keras, dan segala bentuk perbuatan mudharat lainnya.

Senada dengan Moeldoko, cendekiawan muslim Prof Komaruddin Hidayat berharap Idul Fitri menjadi momen bagi anak bangsa untuk mendinginkan suhu politik.

Halaman
12
Editor: ahmad sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved