Fahri Hamzah Minta MUI Bikin Fatwa Haram Berkunjung ke Israel

"Jangan lupa Bung Karno sampai bikin GBK demi untuk memprotes dan menandingi Olimpiade karena mempesertakan Israel dalam olahraga," sambung Fahri.

Fahri Hamzah Minta MUI Bikin Fatwa Haram Berkunjung ke Israel
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menjawab pertanyaan wartawan seusai menjalani pemeriksaan di Direskrimsus Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (19/3/2018). 

POLEMIK kedatangan Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Gus Yahya ke Israel, membuat Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa haram berkunjung ke Israel.

Pernyataan Fahri tersebut terlontar ketika menghadiri acara open house yang diselenggarakan Ketua DPR Bambang Soesatyo, Jumat (15/6/2018).

"Bikin pernyataan supaya tidak ada kejadian seperti ini lagi, sebaiknya MUI membuat fatwa tentang kunjungan ke Israel itu dinyatakan haram saja, supaya tidak ada lagi orang ke sana," katanya kepada awak media.

Baca: Pimpin Apel Kesiapan Mudik, Anies Baswedan Minta Petugas Bekerja Profesional dan Sopan Santun

"Mustahil kita mengakui negara zionis, dan jangan lupa Bung Karno sampai bikin GBK (Gelora Bung Karno) demi untuk memprotes dan menandingi Olimpiade karena mempesertakan Israel dalam olahraga," sambung Fahri.

"Jadi kalau dari sisi negara sudah keras, dari sisi agama juga harus keras. Saya minta difatwakan haram saja agar tak ada orang ke sana. Bahkan pergi ke Masjidil Aqsa saja itu sudah diolah oleh Israel, seolah-olah aman, padahal itu setiap hari ada penjajahan dan penindasan," tuturnya.

Fahri juga menyebut sudah banyak ulama yang membuat fatwa mengharamkan kunjungan ke Israel, seperti yang dikeluarkan Ketua Persatuan Ulama Internasional Syekh Yusuf Qardhawi.

"Jadi MUI tinggal melanjutkan fatwa dari ulama internasional, supaya ini tidak berulang, karena zionis ini nyopet tokoh, seolah-olah ini negara bagus padahal dia menjajah, dia menindas. Untuk terakhir kalinya ini difatwakan saja," tegas Fahri. (Chaerul Umam)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help