Eksklusif Wartakota

Yahya Staquf Tulis Makna Pancasila, Peringatkan Para Pemimpin untuk Bangkit

Indonesia jangan hanya terlena dengan menyebut memiliki kekayaan secara ekonomi.

Yahya Staquf Tulis Makna Pancasila, Peringatkan Para Pemimpin untuk Bangkit
youtube
Yahya Cholil Staquf 

ANGGOTA Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres)  Yahya Cholil Staquh membuat tulisan khusus terkait Pancasila.

Tulisan itu ia unggah di akun facebooknya.

Dalam tulisan itu ia sebut, Pancasila yang digali oleh para pendiri bangsa dari tanah pertiwi ini tidak hanya cocok untuk Indonesia, tetapi untuk membangun peradaban dunia.

Baca: Dua Anak Ditemukan Tewas, Korban Kapal Karam di Makassar Bertambah

Baca: 13 Korban Tewas Kapal Terbalik di Makassar Didominasi Lansia dan Anak-anak

Karena itu, Indonesia pun jangan hanya terlena dengan menyebut memiliki kekayaan secara ekonomi.

"Bangsa ini memiliki gudang raksasa kekayaan peradaban yang kita warisi dari nenek-moyang kita," tulis Yahya Staquf di akun facebooknya 1 Juni lalu.

Kekayaan yang tak ternilai itu adalah Pancasila yang oleh Presiden I Soekarno dijelaskan bahwa dasar negara itu digali dari bumi pertiwi.

Baca: Kelebihan Muatan, Kapal Ini Terbalik dan Tewaskan 13 Orang

Baca: Sidang Majelis Umum PBB Sahkan Resolusi Perlindungan Warga Sipil Palestina

Dan pada saat yang sama, Soekarno tak kenal lelah menyeru kepada dunia agar menengok kepada Pancasila sebagai persembahan Bangsa Indonesia bagi peradaban dunia.

Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur pun berbicara banyak tentang Pancasila.

Baca: Sandiaga Uno: Manusia Gerobak Jangan Diberi Uang

Baca: Tak Usah Menangis Lagi, Mo Salah Berpeluang Dimainkan saat Mesir Lawan Uruguay

"K. H. Abdurrahman Wahid pun berjuang sekuat tenaga menghadirkan Indonesia dalam kancah pergaulan internasional dengan identitas dan karakter Pancasila," tulis Yahya.

Karena itu, dia mengingatkan para pemimpin bangsa ini untuk bangkit secara bersama-sama demi kesejahteraan bangsa dan negara Indonesia.

Halaman
123
Penulis: Suprapto
Editor: Suprapto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help