Waspadai Manipulasi Suara Pemilu di Daerah Terpencil

POTENSI manipulasi suara lebih besar terjadi di daerah terpencil dan di wilayah yang terindikasi munculnya dinasti politik.

Waspadai Manipulasi Suara Pemilu di Daerah Terpencil
Istimewa
ILUSTRASI Pilkada 

POTENSI manipulasi suara lebih besar terjadi di daerah yang secara geografis sulit ditempuh (terpencil) dan di wilayah yang terindikasi munculnya dinasti politik.

Para pasangan calon peserta Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 diminta untuk lebih peduli mengawal suara mereka di daerah-daerah terpencil atau pedalaman serta di wilayah terindikasi dinasti politik.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini lewat keterangan resminya diterima Warta Kota, Kamis (14/6/2018).

“Mereka kan berkepentingan untuk tidak terjadi kecurangan. Para pasangan calon harus mulai mengidentifikasi daerah mana aja yang secara geografis rawan,” ujar Titi Anggraini.

Menurut Titi, pengawas pemilu juga harus memetakan daerah mana saja yang rawan pelanggaran. Data-data pemilihan umum atau Pilkada sebelumnya bisa menjadi rujukan.

Selanjutnya, Titi menekankan, fungsi pengawas Tempat Pemungutan Suara (TPS) juga penting untuk memastikan tidak ada praktik penggelembungan suara.

Namun, panitia pengawas pemilu (Panwaslu) juga harus memastikan imparsialitas atau independensi jajaran pengawas TPS.

“Sehingga harapan terwujudnya Pilkada yang jujur, adil dan demokratis bisa terwujud sesuai harapan semua pihak,” jelas Titi.

Sementara itu, Direktur Centre For Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi mengatakan di mana ada dinasti politik, di situ ada pusaran tindak korupsi karena biasanya dalam menempatkan orang per orang di posisi strategis bukan karena dari kapasitas, skill, kemampuan dan kualitasnya, tapi hanya dari faktor kedekatan dan kekerabatan.

Menurut Uchok, dinasti politik selalu beririsan dengan korupsi. Ini yang patut diwaspadai bersama. “Masyarakat harus lebih cerdas dalam menentukan sikapnya. Jangan biarkan dinasti politik merajalela,” tegas Uchok.

Penulis: Ign Agung Nugroho
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help