Sudirman Dinilai Paling Bisa Membenahi Korupsi Jateng dan Diprediksi Ungguli Ganjar

Sudirman menang tipis, karena Cagub Sudirman Said lebih bisa dipercaya membenahi masalah-masalah korupsi di Jawa Tengah.

Sudirman Dinilai Paling Bisa Membenahi Korupsi Jateng dan Diprediksi Ungguli Ganjar
Warta Kota/Henry Lopulalan
Sudirman Said dan Ida Fauziah saat deklarasi Calon Gubernur dan Wakil Gubernur untuk Jawa Tengah yang diusung Partai PKB di Kantor DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Jakarta, Selasa (9/1). 

JELANG pemungutan suara Pilkada Jawa tengah 2018, persaingan antara Ganjar Pranowo-Taj Yasin dengan Sudirman Said-Ida Fauziah semakin seru. Hal ini terlihat dari hasil survei yang dilakukan lembaga Indonesia Survey Center (ISC) baru-baru ini.

"Sudirman menang tipis, karena Cagub Sudirman Said lebih bisa dipercaya membenahi masalah-masalah korupsi di Jawa Tengah," ungkap Muhammad Ganiefi, Direktur Lembaga Survei ISC dalam siaran tertulis pada Kamis (14/5/2018)

Pasangan Sudirman Said- Ida Fauziah yang diusung Partai Gerindra, PKS, PAN dan PKB ini memiliki peningkatan elektabilitas yang baik, menjelang hari H pemungutan suara, dibanding periode sebelumnya.

Menurut hasil survei lembaga ISC, elektabilitas pasangan Sudirman Said-Ida Fauziah sebesar 44,9 persen. Angka tersebut katanya terpaut sangat tipis dengan Ganjar Pranowo-Taj Yassin yang berada diangka 44,4 persen dan ini masih berada di ambang batas margin error 3,5 persen l.

Dalam survei yang dilakukan lembaga ISC masih ada sekitar 10,7 persen responden yang masih belum menentukan pilihan.

Hal ini menjadi peluang yang baik, bagi tim sukses Sudirman Said juga tim sukses Ganjar Pranowo untuk bisa mendapatkan raihan suara warga Jateng yang belum menentukan pilihannya tersebut pada detik-detik akhir pencoblosan untuk meraih kemenangan.

Menurut Ganiefi, dalam Survei kali ini, Tim ISC memiliki beberapa temuan menarik. Diantaranya trend kenaikan elektabilitas Sudirman-Ida yang terus berlanjut.

Bukan mustahil, petahana bisa tumbang oleh pendatang baru di Pilgub Jawa Tengah tahun 2013 bisa berulang. Apalagi, calon petahana sempat diterpa isu korupsi e-KTP.

Kedua, sebanyak 72.6 persen masyarakat Jawa Tengah ternyata mengetahui adanya kasus korupsi e-KTP, sedangkan sebanyak 15,3 persen tidak tahu dan sebanyak 12,1 persen sisanya tidak menjawab.

Namun begitu, sebanyak 45,5 persen responden meyakini bahwa petahana tidak terlibat kasus e-KTP, sebanyak 49,6 persen percaya teribat, dan sebanyak 4,9 persen tidak menjawab.

Dugaan petahana (Ganjar Pranowo) menerima fee proyek e- KTP diketahui publik melalui ucapan Setya Novanto dan M. Nazarudin di media massa dan elektronik.

"Pasangan Sudirman Said-Ida Fauziah dianggap figur pasangan kepala daerah yang bisa membenahi korupsi dan menciptakan pemerintah daerah yang bersih," kata Ganiefi

Apalagi, menurutnya, Sudirman Said-Ida Fauziah dipersepsikan publik Jateng sebagai sosok yang bersih dan punya integritas.

Survei ISC ini dilaksanakan pada 2-9Juni 2018 di Provinsi Jawa Tengah dengan total 812 responden yang memiliki hak pilih, menggunakan metode multistage random sampling, dengan toleransi kesalahan (margin of error) 3,5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Wawancara dilakukan melalui tatap muka lewat kuisioner.

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved