Denuklirisasi Korut

Sanksi Korut Tetap Berlaku sampai Denuklirisasi Terealisasi Penuh

AS berharap pelucutan senjata nuklir di Korut selesai pada 2020, tepat di akhir masa jabatan Presiden Trump.

Sanksi Korut Tetap Berlaku sampai Denuklirisasi Terealisasi Penuh
AFP/Saul Loeb via Kompas.com
PRESIDEN AS Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menandatangani kesepakatan usai melakukan pertemuan di Hotel Capella, Singapura, Selasa (12/6/2018). Penandatanganan ini disaksikan Menlu AS Mike Pompeo dan adik Kim Jong Un, Kim Yo Jong. 

MENTERI Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo menyatakan, Korea Utara (Korut) tidak akan mendapatkan keringanan sanksi sampai denuklirisasi dicapai secara penuh.

Dilansir dari BBC, Kamis (14/6/2018), pernyataan Pompeo disampaikan pada konferensi pers di Seoul, Korea Selatan.

Konferensi pers bersama Korea Selatan dan Jepang diadakan dua hari setelah Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menggelar pertemuan bersejarah di Singapura.

Baca: 7 Peristiwa Unik dan Menarik dari Pertemuan Donald Trump dan Kim Jong Un

Dia mengatakan, Korut berkomitmen untuk menghentikan program nuklirnya. AFP melaporkan, Pompeo yakin Kim Jong Un paham jika denuklirisasi harus segera dilakukan.

AS menginginkan denuklirisasi yang penuh, dapat diverifikasi, dan tidak dapat diubah kembali.

Pompeo juga menepis pemberitaan media pemerintah Korea Utara yang melaporkan bahwa Trump dan Kim menyetujui proses denuklirisasi selangkah demi selangkah.

Baca: Ini Isi Dokumen Kesepakatan Donald Trump - Kim Jong Un

"Kami yakin Kim Jong Un memahami urgensinya. Kami harus melakukan ini dengan cepat," katanya.

AS mengharapkan pelucutan senjata di Korea Utara dapat selesai pada 2020, tepat pada akhir dari masa jabatan kepresidenan Trump. (Veronika Yasinta)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Menlu AS: Sanksi Korut Masih Berlaku sampai Denuklirisasi Penuh"

Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help