Musim Kemarau

Musim Kemarau Bakal Ancam Warga Pulang Mudik, Fenomena Alamnya Sudah Terjadi di Dieng

Butiran embun pagi yang menyelimuti tanaman dan rerumputan kemudian berubah mengkristal hingga tampak memutih bak salju di negeri empat musim.

Musim Kemarau Bakal Ancam Warga Pulang Mudik, Fenomena Alamnya Sudah Terjadi di Dieng
Tribun Jateng
Fenomena bun upas atau embun beku di kompleks Candi Arjuna, Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah, Senin (11/6/2018) pagi. 

Sebagaimana pengalaman tahun-tahun sebelumnya, fenomena embun upas yang indah dipandang itu justru jadi musuh utama petani di musim kemarau.

Tak ayal, bun upas punya istilah lain sebagai embun beracun karena bisa merusak tanaman.

Para petani di Dieng kerap dilanda rugi jika bun upas turun dan menghancurkan tanaman mereka.

Menurut Arif, bun upas biasanya terjadi pada akhir puncak kemarau, antara Juli-Agustus.

"Masih tipis embun esnya kalau ini. Kejadian sekitar jam 5 pagi sampai jam 6," jelas dia kepada Tribunjateng.com.

Terpisah, Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara, Setyo Aji ,mengatakan Jawa Tengah bulan ini umumnya sudah memasuki musim kemarau, termasuk di Dieng.

Peluang hujan turun kecil pada musim kemarau ini.

Dalam hawa sangat dingin ini, suhu udara bisa mencapai nol derajat yang dapat memicu embun menjadi beku.

Masyarakat Jawa mengenal kondisi itu sebagai musim bediding, yakni terjadi perubahan signifikan suhu di awal musim kemarau.

Perubahan suhu udara berakibat langsung pada munculnya fenomena embun es di Dieng yang dikenal masyarakat sebagai bun upas atau embun beracun bagi petani. (khoirul muzaki)

Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved