Home »

Depok

Dalam Semalam, 500 Spanduk Liar di Depok Dicopot Paksa Satpol PP

Dalam semalam, sekitar 500 spanduk liar atau ilegal karena tak berizin dicopot paksa petugas Satpol PP Depok dari beberapa wilayah

Dalam Semalam, 500 Spanduk Liar di Depok Dicopot Paksa Satpol PP
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Dalam semalam, sebanyak sekitar 500 spanduk liar atau ilegal karena tak berizin, dicopot paksa petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Depok, dari beberapa wilayah dan ruas jalan utama di Depok. Operasi pencopotan paksa spanduk ilegal itu dilakukan mulai Rabu (13/6/2018) pukul 22.00 sampai Kamis (14/6/2018) dinihari pukul 01.30. 

DALAM semalam, sekitar 500 spanduk liar atau ilegal karena tak berizin dicopot paksa petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Depok dari beberapa wilayah dan ruas jalan utama di Depok.

Operasi pencopotan paksa spanduk ilegal, baik yang berada di sisi jalan atau yang melintang di atas ruas jalan, dilakukan mulai Rabu (13/6/2018) pukul 22.00 sampai Kamis (14/6/2018) dinihari pukul 01.30.

Kepala Satpol PP Depok, Yayan Arianto menuturkan sebanyak sekitar 500 spanduk liar itu dicopot paksa pihaknya dari wilayah Kecamatan Sukmajaya, Kecamatan Beji dan Kecamatan Pancoran Mas.

Dalam semalam, sebanyak sekitar 500 spanduk liar atau ilegal karena tak berizin, dicopot paksa petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Depok, dari beberapa wilayah dan ruas jalan utama di Depok. Operasi pencopotan paksa spanduk ilegal itu dilakukan mulai Rabu (13/6/2018) pukul 22.00 sampai Kamis (14/6/2018) dinihari pukul 01.30.
Dalam semalam, sebanyak sekitar 500 spanduk liar atau ilegal karena tak berizin, dicopot paksa petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Depok, dari beberapa wilayah dan ruas jalan utama di Depok. Operasi pencopotan paksa spanduk ilegal itu dilakukan mulai Rabu (13/6/2018) pukul 22.00 sampai Kamis (14/6/2018) dinihari pukul 01.30. (Warta Kota/Budi Sam Law Malau)

Sebab semua spanduk dipastikan tidak berizin dan dipasang di tempat terlarang.

"Sebanyak 500 spanduk ilegal yang kami turunkan paksa, mulai dari sepanjang Jalan Tanah Baru di Beji dan Pancoran Mas, lalu Jalan Siliwangi juga di Pancoran Mas, sampai di Kecamatan Sukmajaya yakni di sepanjang Jalan Tole Iskandar, Jalan Kemakmuran serta Jalan Sentosa Raya dan sekitarnya," kata Yayan kepada Warta Kota, Kamis (14/6/2018).

Semua spanduk ilegal itu kata Yayan dibawa ke Kantor Satpol PP Depok untuk nantinya dimusnahkan.

"Lima ratusan lembar spanduk kain itu kami bawa dengan dua mobil bak terbuka hingga penuh meluber. Ini adalah jumlah pencopotan spanduk liar terbanyak yang kami lakukan dalam satu malam," kata Yayan.

Penertiban spanduk liar ini kata Yayan dilakukan agar keindahan dan estetika Kota Depok makin terjaga dan tak dirusak dengan keberadaan spanduk liar.

"Juga agar pihak pemasang spanduk mengurus perizinannya dahulu sebelum melakukan pemasangan. Dengan begitu maka diharapkan pendapatan asli daerah Kota Depok meningkat dari pajak perizinan," katanya.

Ke depan kata Yayan pihaknya akan terus melakukan penertiban spanduk liar juga melakukan operasi tangkap tangan (OTT) bagi pemasang spanduk liar.

Dalam semalam, sebanyak sekitar 500 spanduk liar atau ilegal karena tak berizin, dicopot paksa petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Depok, dari beberapa wilayah dan ruas jalan utama di Depok. Operasi pencopotan paksa spanduk ilegal itu dilakukan mulai Rabu (13/6/2018) pukul 22.00 sampai Kamis (14/6/2018) dinihari pukul 01.30.
Dalam semalam, sebanyak sekitar 500 spanduk liar atau ilegal karena tak berizin, dicopot paksa petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Depok, dari beberapa wilayah dan ruas jalan utama di Depok. Operasi pencopotan paksa spanduk ilegal itu dilakukan mulai Rabu (13/6/2018) pukul 22.00 sampai Kamis (14/6/2018) dinihari pukul 01.30. (Warta Kota/Budi Sam Law Malau)

"Selain melakukan pencopotan spanduk liar malam itu, kami juga lakukan pengawasam untuk OTT pemasang spanduk liar. Tapi tidak ada pemasang spanduk liar yang beraksi Rabu malam sampai Kamis dinihari tadi," katanya.(bum)

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help