Beda Perlakuan Polda Metro di Kasus Dugaan Korupsi Rehab berat Sekolah

KASUS dugaan korupsi rehab berat 119 sekolah diperlakukan berbeda oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya.

Beda Perlakuan Polda Metro di Kasus Dugaan Korupsi Rehab berat Sekolah
WARTA KOTA/THEO YONATHAN SIMON LATURIUW
SDN Pinangsia 01/02 Jakarta Barat yang jadi salah satu dari 119 sekolah hasil rehab berat tahun 2017 yang kini sedang diselidiki dugaan korupsinya oleh Polda Metro Jaya. 

KASUS dugaan korupsi rehab berat 119 sekolah diperlakukan berbeda oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya.

Polisi menutup habis-habisan kasus itu dari media.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Adi Derian, juga tak pernah mau menerangkan kasus itu.

Bahkan Adi sempat tak mau membenarkan bahwa kasus dugaan korupsi Rehab berat sekolah ditangani pihaknya ketika dikonfirmasi Warta Kota pada 3 Mei 2018, atau 4 hari setelah keluarnya surat penyelidikan bernomor B/2524/IV/RES.3./2018/Dit Reskrimsus tanggal 30 April 2018.

Ketika itu Adi beralasan akan mengeceknya dulu.

Kabis Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono, membela sikap Adi.

Argo beralasan bahwa penyelidikan polisi memang tak boleh disampaikan ke publik.

"Itu masih dalam penyelidikan. Kalau saya buka saya di sidang kode etik karena ada aturan," kata Argo kepada Warta Kota, beberapa waktu lalu.

Baca: Pak Anies! 10 Fakta Proyek Rehab Berat 119 Sekolah Pantas Diduga Korupsi

Baca: Polisi Harus Periksa PT Mulia Ceramics Indahraya Terkait Kisruh Rehab Berat Sekolah

Argo bahkan menyebut penyelidikan polisi boleh bertahun-tahun.

Ucapan Argo tak sesuai dengan kasus-kasus dugaan korupsi yang ditangani polisi sebelumnya dimana begitu diumbar ke publik.

Halaman
12
Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help