Home »

News

» Jakarta

3 Kasus Dugaan Korupsi Jadi Tak Jelas di Tangan Polda Metro Jaya

3 kasus dugaan korupsi yang ditangani Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya tak jelas kelanjutannya.

3 Kasus Dugaan Korupsi Jadi Tak Jelas di Tangan Polda Metro Jaya
WARTA KOTA/THEO YONATHAN SIMON LATURIUW
Salah satu sekolah hasil proyek Rehab berat yang tengah diselidiki polisi. 

Bahkan Adi sempat tak mau membenarkan bahwa kasus dugaan korupsi Rehab berat sekolah ditangani pihaknya ketika dikonfirmasi Warta Kota pada 3 Mei 2018, atau 4 hari setelah keluarnya surat penyelidikan bernomor B/2524/IV/RES.3./2018/Dit Reskrimsus tanggal 30 April 2018.

Ketika itu Adi beralasan akan mengeceknya dulu.

Kini terkait kasus-kasus itu, Adi menyebut seluruhnya masih on the track. "Semua kasus masih on the track," kata Adi ketika dihubungi Warta Kota via pesan singkat, kemarin.

Kabis Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono, membela sikap Adi.

Argo beralasan bahwa penyelidikan polisi memang tak boleh disampaikan ke publik.

"Itu masih dalam penyelidikan. Kalau saya buka saya di sidang kode etik karena ada aturan," kata Argo kepada Warta Kota, beberapa waktu lalu.

Argo bahkan menyebut penyelidikan polisi boleh bertahun-tahun.

Ucapan Argo tak sesuai dengan kasus-kasus dugaan korupsi yang ditangani polisi sebelumnya dimana begitu diumbar ke publik.

Seperti kasus dugaan korupsi Masjid di Pemkot Jakarta Pusat yang menyeret Sylviani Murni begitu dibuka ke publik segala informasinya sejak penyelidikan.

Kasus ini mencuat ketika sedang Pilkada DKI tahun 2017 lalu dan Sylviani Murni menjadi salah satu calon wakil gubernur. Setelah itu, kabar kasus dugaan korupsi ini pun menghilang.

Halaman
123
Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help