Mudik 2018

Pendapatan Sopir Bus Terminal Bekasi Turun Akibat Hal Ini

SEJUMLAH sopir bus mengeluh tidak mengalami peningkatan signifikan sedikit dibanding tahun sebelumnya.

Pendapatan Sopir Bus Terminal Bekasi Turun Akibat Hal Ini
MUHAMMAD AZZAM
Kondisi Terminal Induk Bekasi Kota yang sudah sepi pemudik pada H-2 

SEJUMLAH sopir perusahaan otobus (PO) mengeluh hingga H-2 para pemudik di Terminal Induk Kota Bekasi tidak mengalami peningkatan signifikan sedikit dibanding tahun sebelumnya.

Aep Saepul, salah seorang sopir PO Budiman mengungkapkan sejak H-10 hingga H-2 tidak ada peningkatan jumlah penumpang

"Nurun jumlah pemudiknya. Kemarin pas hari Minggu H-5 tapi itu juga tetap ramaian mudik tahun lalu. Ini aja ngetem lama belum penuh, mau engga mau harus tetap berangkat," tuturnya saat ditemui pada Rabu (13/6/2018).

Sopir lainnya, Iin Anwar, dari PO Sinar Jaya mengaku dampak sepinya penumpang berpengaruh pada pendapatannya.

"Wah jauh bangat. Biasanya kan kita suka dapat bonus gede kalau momen mudik ini. Tapi sepi begini engga tau dah dapat bonus atau engga," ucapnya.

Mereka berpendapat, penurunan penumpang bisa terjadi lantaran pengaruh dari program mudik gratis, keadaan ekonomi calon pemudik, hingga opsi moda transportasi selain angkutan bus.

"Kayaknya sekarang banyak yang ikutan program mudik gratis atau pada pakai kereta. Terus juga sekarang pemudik milih pakai mobil rental kayaknya dah,"ujarnya.

Kasubnit Pengendali Operasional Terminal Induk Kota Bekasi, Acim Mulyana mengungkapkan, memasuki masa mudik lebaran, terdapat peningkatan sebesar 5% terhadap jasa angkutan mudik di terminal.

"Naik nya itu dari hari hari biasa nya ya, kalau dari mudik tahun lalu mah turun," kata Acim.

Acim menambahkan padahal masing-masing PO yang biasanya menjadi angkutan favorit warga pemudik tersebut tidak merubah tarif signifikan, atau bentuk pelayanan pada calon penumpang.

"Kenaikan masih batas wajar sesuai aturan pemerintah. Tapi tetap saja sepi, dari 350 bus yang tersedia sehari bus yang keluar hanya sekitar 50 armada,"paparnya.

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help