Manajemen Femina Group Tunggak Sebagian Dana THR Karyawan

Manajemen Femina Group menunggak uang THR Lebaran karyawan pada 2017 lalu, dengan hanya membayarkan 70 persen.

Manajemen Femina Group Tunggak Sebagian Dana THR Karyawan
Warta Kota
Ilustrasi pembagian THR tersendat. 

UNTUK yang kesekian kalinya, manajemen Femina Group kembali menunggak pembayaran sebagian dana Tunjangan Hari Raya (THR) para karyawannya di Lebaran 2018 ini.

Padahal, THR adalah hak pekerja dan wajib diberikan perusahaan, sesuai dengan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan Bagi Pekerja atau Buruh di Perusahaan.

Karena hal itu, Forum Komunikasi Karyawan Femina Group (FKK-FG) didampingi Kuasa Hukum mereka dari Lembaga Bantuan Hukum Pers (LBH Pers) melaporkan pelanggaran manajemen Femina Group terkait THR tersebut ke Posko Pengaduan THR Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Rabu (13/6/2018).

Hal itu dikatakan Gading Yonggar, Kuasa Hukum Forum Komunikasi Karyawan-Femina Group (FKK-FG) dari LBH Pers, dalam siaran pers yang diterima Warta Kota, Rabu (13/6/2018) malam.

"Sebelumnya, manajemen Femina Group menunggak uang THR Lebaran karyawan pada 2017 lalu, dengan hanya membayarkan 70 persen dan baru melunasinya Mei 2018. Pada 2018 ini manajemen Femina Group kembali melakukan tindakan yang sama," kata Gading.

Ia menjelaskan, skema THR yang dikeluarkan manajemen Femina Group pada tahun ini adalah para karyawan yang memiliki gaji di atas Rp 20 juta dibayar 50 persen atau minimal Rp12 juta.

Lalu, karyawan yang gajinya antara Rp 10 Juta sampai Rp 20 Juta, dibayar 60 persen, atau minimal Rp 8 juta.

Sementara, karyawan dengan gaji Rp 5 Juta sampai Rp 10 Juta, THR dibayar 80 persen atau minimal Rp 5 Juta.

Sedangkan karyawan dengan gaji sampai Rp 5 Juta dibayar penuh THRnya.

"Skema ini dilakukan sepihak, di mana pemberitahuannya hanya berupa email dari HRD tanpa mengajak karyawan duduk bersama. Tentu saja kondisi ini membuat karyawan Femina Group pontang-panting menghadapi persiapan hari raya. Karena sejak Juli 2017 hingga saat ini, gaji karyawan Femina Group juga dipotong dengan skema pembayaran antara 40 persen hingga 80 persen setiap bulannya," papar Gading.

Halaman
12
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help