Pertemuan Trump dan Kim

Demi Denuklirisasi Korut Trump Putuskan Ini, Korsel dan Pentagon pun Terkejut

Ulchi Freedom Guardian, salah satu latihan militer terbesar di dunia. Tahun lalu melibatkan 17.500 pasukan AS dan 50.000 tentara Korsel.

Demi Denuklirisasi Korut Trump Putuskan Ini, Korsel dan Pentagon pun Terkejut
AFP/Saul Loeb via Kompas.com
PRESIDEN AS Donald Trump menunjukkan dokumen yang memuat tanda tangannya dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un usai perundingan di Singapura, Selasa (12/6/2018). 

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump memutuskan untuk mengakhiri latihan militer di Semenanjung Korea, demi mendukung langkah denuklirisasi Korea Utara (Korut).

Keputusan ini tak hanya mengejutkan Korea Selatan (Korsel), tapi juga Kementerian Pertahanan AS alias Pentagon.

Dilansir dari The New York Times, Selasa (12/6/2018), beberapa jam setelah pengumuman Trump dalam konferensi pers di Singapura, pasukan AS di Seoul menyatakan masih tetap menggelar latihan militer gabungan pada musim gugur ini, sampai menerima arahan.

Juru bicara militer AS di Korsel Jennifer Lovett menyatakan, dalam e-mail yang diterima komando AS di sana tidak menerima panduan terbaru tentang pelaksanaan atau penghentian latihan militer yang disebut Ulchi Freedom Guardian.

Baca: Ini Isi Dokumen Kesepakatan Donald Trump - Kim Jong Un

"Kami akan melanjutkan postur militer kami saat ini sampai kami menerima panduan terbaru dari Kementerian Pertahanan," katanya.

Ulchi Freedom Guardian merupakan salah satu latihan militer terbesar di dunia. Latihan perang ini pada tahun lalu berlangsung selama 11 hari dan melibatkan 17.500 pasukan AS serta 50.000 tentara Korsel.

Latihan tersebut termasuk simulasi komputer yang dilakukan di bungker besar di Seoul untuk memeriksa kesiapan sekutu guna menangkis agresi Korut.

Di Washington DC, pejabat Pentagon, Kementerian Luar Negeri AS, dan Gedung Putih berupaya menemukan dampak dari komentar Trump, yang dilontarkan usai pertemuan bersejarahnya dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.

"Kementerian Pertahanan terus bekerja dengan Gedung Putih, dan sekutu serta mitra kami untuk ke depannya," ujar juru bicara Pentagon Christopher Logan.

"Kami akan memberikan informasi tambahan saat sudah tersedia," imbuhnya.

Baca: Jabat Tangan Bersejarah Donald Trump dan Kim Jong Un

Halaman
12
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help