Antrean Konyol di Stasiun Pasar Senen Terjadi Karena Masalah Sepele

ANTREAN konyol di Stasiun Besar Pasar Senen terjadi karena masalah sepele, Rabu (13/6/2016).

Antrean Konyol di Stasiun Pasar Senen Terjadi Karena Masalah Sepele
ANGGIE LIANDA PUTRI
suasana antrean pemudik yang ingin mencetak tiket di CIC Stasiun Pasar Senen, Rabu 13/6/2018 

ANTREAN konyol di Stasiun Besar Pasar Senen terjadi karena masalah sepele, Rabu (13/6/2016).

Antrean konyol itu terjadi di ruang Check In Counter (CIC). Ruang itu merupakan tempat  pencetakan boarding pass menggunakan mesin otomatis.

Dari pantauan Warta Kota, tersedia sekitar delapan mesin pencetak, namun disetiap mesin terdapat dua baris mengular ke samping.

Banyak penumpang tak tahu cara mencetak boarding pass yang jadi penyebab antrean mengular. Dan tak ada petugas disitu.

Pasalnya banyak penumpang lain yang menunggu dan duduk di tangga depan ruang CIC sehingga antrean tidak dapat memanjang kebelakang.

Padahal sudah jelas terlihat ada larangan, namun tidak dihiraukan oleh para penumpang yang ingin beristirahat.

suasana antrean pemudik yang ingin mencetak tiket di CIC Stasiun Pasar Senen, Rabu 13/6/2018
suasana antrean pemudik yang ingin mencetak tiket di CIC Stasiun Pasar Senen, Rabu 13/6/2018 (ANGGIE LIANDA PUTRI)

"Lagi nunggu suami cetak tiket, tau (ada larangan) tapi banyak yang duduk juga daritadi," ujar salahsatu penumpang di Stasiun Pasar Senen, Rabu (13/6/2018).

Antrean juga disebabkan masih banyaknya yang tidak mengerti cara mencetak dan tidak ada petugas yang berjaga.

Adapula beberapa penumpang yang baru mau mencetak tiket 10 menit sebelum kereta berangkat, sehingga penumpang lain harus mengalah.

"Sudah dua orang yang nyela, tapi mau gimana lagi, kasian juga kalau antre malah ketinggalan kereta," kata ifan.

Ia sangat menyayangkan tidak adanya petugas yang berjaga sehingga antrean tidak teratur.

"Enggak ada petugas, kalau ada kan bisa ditertibin. Ini aja dua baris jadi bingung siapa yang duluan antre," katanya.

Penulis: Anggie Lianda Putri
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help