Tommy Sebut Infrastruktur Tak Makmurkan Rakyat, Sudah Lihat Trans Papua?

KETUA Umum Partai Berkarya, Hutomo Mandala Putra, mengkritik dana desa yang selama ini dinilai untuk kemajuan desa.

Tommy Sebut Infrastruktur Tak Makmurkan Rakyat, Sudah Lihat Trans Papua?
Kompas.com/Andreas Fitri Atmoko
Ketua Umum Partai Berkarya Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto (kiri bawah), Sekjen Partai Berkarya Priyo Budi Santoso (kanan bawah) dan kader baru Partai Berkarya Titiek Soerharto (tengah bawah) menjawab pertanyaan wartawan saat jumpa pers di Museum Memorial Jenderal Besar HM Soeharto, Kemusuk, Argomulyo, Sedayu, Bantul, DI Yogyakarta, Senin (11/6). Dalam jumpa pers tersebut, kader senior Partai Golkar Siti Hediyati Hariyadi atau Titiek Soeharto mendeklarasikan diri pindah menjadi kader Partai Berkarya. 

KETUA Umum Partai Berkarya, Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto, mengkritik dana desa yang selama ini dinilai untuk kemajuan desa.

Menurutnya, dana tersebut hanya untuk pembangunan infrastruktur yang dia nilai tak bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Seperti dana desa kesannya baik, dana desa untuk memakmuran tapi faktanya hanya bisa untuk infrastruktur. Bagaimana infrastruktur itu bisa memakmurkan rakyat, jelas itu tidak bisa. Ternyata hal tersebut tidak lain adalah pengalihan anggaran dari APBN dan APBD di infrastruktur yang sebelumnya ada, dialihkan ke dana desa. Seolah dana desa ada untuk kemakmuran, ternyata faktanya berbeda,"ucap Tommy seperti dikutip Kompas.com.

Aktivis Rumah Gerakan 98 Gerry Dereck menyebut infrastruktur merupakan sektor produktif yang jelas-jelas membantu masyarakat.

"Mungkin Tommy lupa, kami menumbangkan pemerintahan bapaknya karena apa," ucap Dereck kepada wartawan. 

Dalam liputan KompasTV, warga Papua secara terang-terangan mengaku terbantu dengan pembangunan Trans Papua.

Diaz, Warga Distrik Paro, mengaku sebelum ada Trans Papua, dirinya mesti berjalan kaki selama 4 hari dari Distrik Paro ke Kenyam untuk menjual hasil bumi.

"Kalau sekarang cukup 1 hari berjalan kaki," kaki Diaz. Apabila menggunakan mobil, jauh lebih cepat lagi. 

Selain itu Trans Papua juga membuat kota-kota di Papua terhubung satu sama lain, sehingga pada akhirnya akan menurunkan harga barang. 

Apalagi di wilayah-wilayah yang tadinya sama sekali tak dapat ditembus jalur darat, setelah ada trans Papua, maka harga barang akan turun drastis. 

Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved