Home »

News

» Jakarta

Eksklusif Wartakota

Sanggah Tulisan Mahfud MD, Prof Suteki: Sing Kepenak Dienggo, Sing Ora Kepenak Ditinggal

Prof Suteki menantang yang menolak Khilafah apakah berani menyatakan kepemimpinan pada era Nabi Muhammad SAW dan Khulafaur Rasyidin salah?

Sanggah Tulisan Mahfud MD, Prof Suteki: Sing Kepenak Dienggo, Sing Ora Kepenak Ditinggal
koleksi pribadi
Prof Suteki. 

Tampaknya perjalanan untuk sistem pemerintahan negara khilafah di Indonesia pun menemui jalan terjal berliku.

Why?

Karena ada satu hal pokok yang mengganjal, yaitu: yakinkah kita dengan syariat Islam itu sendiri?

Kita ini sering mengambil hukum Islam dalam hal-hal yang menurut kita baik, enak, nyaman kalau perlu yang menguntungkan kita.

Tidak mau yang susah-susah apalagi berisiko. Hukum Islam kita tempatkan seperti WARUNG MAKAN PRASMANAN. Saya pun masih bersikap seperti itu.

"Sing kepenak dienggo, sing ora kepenak..ditinggal" (Yang nyaman dipakai, yang tidak nyaman untuk kita ditinggalkan). Kalau sikap kita, sebagian besar kita masih seperti ini... MUSTAHIL MODEL KHILAFAH bisa diwujudkan.

Baca: Polisi Hentikan Kasus Penghinaan Pancasila Rizieq Shihab, Advokat Ini Bakal Ajukan Praperadilan

Baca: FOTO Viral Muslimah Salat di Bawah Logo Salib di Gereja, Mahfud MD: Seluruh Bumi ini Adalah Masjid

Jadi, pertama yang harus ditancapkan adalah: kesadaran untuk menerima syariat Islam dalam kehidupan kita.

Mimpi tentu boleh, karena banyak realitas kini yang terwujud karena diawali dari sebuah mimpi.

Seperti diketahui, Suteki menjadi perhatian publik seiring sejumlah statusnya di media sosial yang dinilai pro ormas  HTI. Suteki menjadi saksi ahli dari HTI saat sidang di PTUN Jakarta.

PTUN Jakarta telah menolak upaya perlawanan HTI atas pencabutan izin oleh pemerintah pada 16 Mei 2018.

Atas putusan PTUN Jakarta itu, HTI mengajukan memori banding yang diumumkan sang kuasa hukum, Yusril Ihza Mahendra pada 4 Mei 2018.

Penulis: Suprapto
Editor: Suprapto
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help