Polisi Berpakaian Preman Disebar di Jembatan di Atas Tol Jagorawi

Polresta Depok juga menyebarkan anggotanya yang berpakaian preman di beberapa titik dan jembatan di atas Tol Jagorawi

Polisi Berpakaian Preman Disebar di Jembatan di Atas Tol Jagorawi
Warta Kota/Muhamad Azzam
Jembatan yang menjadi lokasi pelemparan batu ke jalan Tol Jakarta-Cikampek diawasi polisi berpakaian preman selama 24 jam. 

SELAIN meningkatkan patroli dan monitoring di jam-jam rawan aksi pelemparan batu, Kepolisian Resort Kota (Polresta) Depok juga menyebarkan anggotanya yang berpakaian preman di beberapa titik dan jembatan di atas Tol Jagorawi yang masuk wilayah Depok.

Hal itu diungakapkan Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Bintoro, kepada Warta Kota, Selasa (12/6/2018).

"Jadi selain patroli ditingkatkan, kita akan sebar polisi berpakaian preman untuk di sekitar TKP dan kemungkinan jembatan atau titik lainnya," kata Bintoro.

Menurutnya ini untuk memperketat pengawasan dan penjagaan di sejumlah jembatan yang berada di atas Tol Jagorawi yang masui di wilayah Depok, untuk mengantisipasi peristiwa pelemparan batu ke sejumlah kendaraan yang melintas di tol.

Sebelumnya aksi pelemparan batu sempat terjadi di Tol Jagorawi KM 14, Harjamukti, Cimanggis, Depok, Senin (11/6/2018) dinihari lalu.

Saat itu pelaku melempar batu dari sisi jembatan lintas atas di dekat Cibubur Junction. Batu mengenai kaca depan Fortuner B 203 RFD milik Bandem Dewan Pertahanan Nasional, Brigjen TNI Safiul. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

"Untuk beberapa titik dan jembatan di sekitar Tol Jagorawi yang masuk wilayah Depok, kami sudah memperketat penjagaan dan pengawasannya. Ini untuk mengantisipasi agar tak terjadi kejadian yang sama," kata Kompol Bintoro.

Pengetatan penjagaan dan pengawasan katanya dilakukan dengan peningkatan patroli yang lebih intensif serta monitoring yang dilakukan anggotanya di jam-jam rawan.

Juga kata dia menyebar polisi berpakaian preman di beberapa lokasi.

"Ini untuk memastikan keamanan pengendara yang melintas di tol, dari aksi pelemparan batu," kata Bintoro.

Sementara untuk kasus pelemparan batu yang terjadi sebelumnya dan menimpa Fortuner B 203 RFD milik Bandem Dewan Pertahanan Nasional, Brigjen TNI Safiul di Tol Jagorawi, Bintoro mengaku masih mendalaminya.

"Kami sudah periksa 5 saksi, yakni kuli bangunan yang biasa nongkrong di jembatan dan menganalisa CCTV Jasa Marga. Mohon doanya semoga cepat terungkap peristiwa ini," kata Bintoro.

Mengenai adanya dua pelaku pelemparan batu yang dibekuk Polres Jakarta Timur karena melakukan pelemparan dari jembatan Malaka ke mobil di Tol Jagorawi, Bintoro mengaku kedua pelaku belum terkait dengan peristiwa yang terjadi di Depok.

"Dari koordinasi, kedua pelaku itu tidak terkait dan belum ada keterkaitan dengan kejadian di Depok," katanya.

Kedua pelaku pelemparan batu ke mobil di Tol Jagorawi dari Jembatan Malaka yang dibekuk Polres Jakarta Timur adalah TZ (16) dan Hn (14). Keduanya merupakan warga Cilangkap dan Cipayung Jakarta Timur serta masih dalam pendalaman Polres Jakarta Timur.(bum)

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help