Spesialis Rumsong di Bekasi Lakukan Pemetaan Dua Hari

Spesialis pencuri rumah kosong yang diringkus di Bekasi ternyata sudah matang melaksanakan pencuriannya.

Spesialis Rumsong di Bekasi Lakukan Pemetaan Dua Hari
WARTA KOTA/FITRIYANDI AL FAJRI
Satu dari dua spesialis pencuri rumah kosong (rumsong) di Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi ditembak polisi. Tersangka, EF (28) terpaksa ditembak betis kirinya karena melawan petugas saat ditangkap. 

KEPOLISIAN Sektor Bantargebang menyebut dua spesialis pencuri rumah kosong di wilayah setempat telah melakukan pemetaan (maaping) selama dua hari sebelum beraksi.

Mereka mengincar sasarannya dengan mengamati lampu rumah korban.

Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Bantargebang AKP Dimas Satya Wicaksono mengatakan, tersangka I (43) dan EF (28) menyasar rumah korban yang lampu terasnya kerap menyala saat siang hari. Sementara saat malam hari, lampu rumahnya padam.

Hal itu, kata dia, ada indikasi bahwa rumah tersebut kosong. "Mereka melakukan pemetaan selama dua hari menggunakan sepeda motor Suzuki Satria FU 150 cc," kata Dimas di kantornya Jalan Raya Siliwangi KM 10, Senin (11/6/2018).

Dimas mengatakan, bila situasi dan kondisi rumah mendukung maka pelaku melancarkan aksinya. Pertama dia membobol rumah depan korban menggunakan linggis. Setelah itu, mereka bakal menggasak sejumlah perhiasan dan uang tunai yang disimpan di lemari korban.

Menurut dia, kedua pelaku saling berbagi peran saat beraksi. Tersangka I bertugas sebagai eksekutor, sedangkan EF bersiaga di atas sepeda motor sekaligus mengawasi keadaan sekitar rumah korban. "Pelaku EF juga berperan sebagai pencari target atau sasaran rumah. Dia yang menentukan rumah mana yang bakal dibobol," ujarnya.

Berdasarkan penyidikan sementara, kata dia, tersangka tidak pernah melakukan kekerasan terhadap korbannya. Bila aksinya terpergok, mereka lebih memilih melarikan diri. "Di Kota Bekasi mereka baru sekali beraksi, karena biasanya mereka membobol rumah warga di DKI Jakarta," katanya.

Dimas mengatakan, polisi berencana berkoordinasi dengan Satlantas Polrestro Bekasi soal kepemilikan sepeda motor yang digunakan tersangka. Sebab sepeda motor bernopol B 3769 FVU yang digunakan tersangka tanpa dibekali dokumen kepemilikan yang sah.

"Bisa jadi sepeda motor yang digunakan tersangka adalah hasil kejahatan karena mereka tidak memiliki STNK dan BPKB," ungkapnya.

Kepala Kepolisian Sektor Bantargebang Komisaris Siswo mengimbau kepada masyarakat agar berhati-hati pada praktik pencurian rumah kosong. Menurut dia, kasus ini rawan terjadi terutama saat libur panjang seperti lebaran.

Bagi masyarakat yang mudik ke kampung halaman, sebaiknya menitipkan rumahnya ke tetangga sekitar. Bahkan bagi yang khawatir menjadi korban pencurian, polsek bersedia menjadi tempat penitipan barang berharga warga.

"Silakan kalau ada yang mau menitip sepeda motor, surat berharga bahkan intan berlian ke kami. Insya Allah akan kami jaga sebaik-baiknya," ungkap Siswo.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help