Konsumsi Air di Jakarta Diprediksi Menurun karena Banyak Warga Mudik

Penurunan diprediksi 1-2 persen dibandingkan hari biasa. Faktor utama penurunan karena banyak warga Jakarta mudik.

Konsumsi Air di Jakarta Diprediksi Menurun karena Banyak Warga Mudik
Istimewa
Jaringan pipa air bersih 

PIHAK PT Aetra Air Jakarta memrediksi penggunaan air bersih selama libur Hari Raya Idul Fitri akan mengalami penurunan.

Kondisi itu diakibatkan banyaknya warga ibu kota yang mudik ke kampung halamannya masing-masing.

“Penurunan diprediksi 1-2 persen dibandingkan hari biasa. Faktor utama penurunan tersebut karena banyaknya warga Jakarta yang mudik,” kata Direktur Operasional PT Aetra Air Jakarta, Lintong Hutasoit, Senin (11/6/2018).

Lintong mengatakan perhitungan tidak menggunakan sistem jumlah penggunaan air setiap pelanggan. Justru pihaknya memilih menggunakan volume tekanan pemompaan saluran air ke tiap-tiap keran meteran para pelanggan.

“Rata-rata kami memompa 10.200 liter per detik setiap harinya. Sementara untuk tekanannya menurun dari 3,1 atm menjadi 2,5 atm dan seterusnya,” kata Lintong.

Penurunan volume dan tekanan pemompaan air itu dilakukan untuk mencegah kerusakan pada keran meteran pelanggan. Pasalnya apabila tidak dilakukan hal demikian, bisa berdampak negatif.

“Kita tahu bahwa hampir 50 persen penduduk Jakarta pulang kampung saat Lebaran. Maka kita juga menyesuaikan, karena apa lah artinya kita pompa kan tapi tidak diserap, malah bisa menyebabkan kebocoran pipa,” ujarnya.

Kondisi itu berbanding terbalik selama Bulan Ramadan dimana penggunaan air oleh pelanggan mengalami peningkatan khususnya menjelang sahur. Volume tekanan pemompaan air bisa mencapai 11-12 ribu liter per detik.

“Jadi kami wajib mengatur tekanan yang cukup di jaringan. Sehingga kapan pun pelanggan butuhkan, bisa menerima pasokan air. Kami juga memastikan pasokan air di seluruh wilayah operasional aman dan mencukupi bagi para pelanggan,” katanya.

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help