HKTI Menolak Rencana HET Beras akan Diturunkan karena Hanya Bikin Gaduh

Penurunan HET beras akan langsung menekan harga gabah, padahal saat ini saja harga gabah di tingkat petani sangat rendah.

HKTI Menolak Rencana HET Beras akan Diturunkan karena Hanya Bikin Gaduh
Warta Kota
Ilustrasi. Fadli Zon bersama Idris Sardi. 

HIMPUNAN Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) menolak rencana pemerintah yang akan menurunkan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras.

Penolakan itu disampaikan oleh Ketua Umum DPN HKTI Fadli Zon saat melantik pengurus DPD HKTI Kalimantan Tengah, Jumat, 8 Juni 2018, di gedung Istana Isen Mulang, Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

“Kebijakan tersebut sudah pasti akan merugikan petani. Itu sebabnya kami menolak rencana tersebut," katanya di Jakarta, Senin (11/6/2018).

Soalnya, kata Fadli Zon, penurunan HET beras secara linier akan langsung menekan harga gabah.

Padahal, kata dia, saat ini, harga gabah di tingkat petani sudah sangat rendah, akibat panen raya April-Mei 2018.

"Bagaimana petani bisa mendapatkan insentif jika harga gabahnya hendak ditekan melalui penurunan HET?" katanya.

Dalam catatan HKTI, menurut Fadli Zon, HET beras yang diatur oleh Permendag No 57/2017 sebenarnya sudah cukup moderat.

"Walau harga pembelian pemerintah tak ada koreksi, tetap di angka Rp 3.750 per kg, namun di lapangan, petani bisa menjual gabah di kisaran harga Rp 4.500 hingga Rp 5.000 per kg," katanya.

Harga itu, kata Fadli Zon, merupakan harga yang bisa memberi sedikit keuntungan bagi para petani karena menurut catatan IRRI, harga pokok produksi gabah adalah sekitar Rp. 4.079 per kg.

“Jika pemerintah menurunkan HET beras, petani bisa kehilangan insentif. Menurut saya, itu jahat sekali, memberikan harga murah kepada konsumen tapi dengan menginjak periuk nasi petani. Ini tidak fair," katanya.

Halaman
12
Penulis: Gede Moenanto Soekowati
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved