VIDEO: 19.000 Motor Milik Pemudik Dikirim Pakai Kereta

“Ini kan rutin tiap tahun pasti kita sudah siapin lah. Prasarana, sarana, SDM, kemudian kereta-kereta baru tahun ini.

Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan bekerjasama dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) memberangkatkan lebih dari 19 ribu motor pemudik dari Stasiun Jakarta Gudang, Ancol, Pademangan, Jumat (8/6).

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Direktorat Jenderal Perkeretaapian Zulmafendi mengatakan program itu sudah dilakukan secara rutin dan mengalami peningkatan setiap tahunnya.

“Untuk tahun ini program mudik motor gratis prestasinya semakin baik. Jumlah totalnya ada 19.136 motor. Jelas ada peningkatan, tahun lalu itu hanya 16.000 motor. Artinya semakin diminati oleh penumpang, oleh masyarakat,” katanya

Puluhan ribu motor tersebut diberangkatkan ke berbagai kota di seluruh Pulau Jawa. Pengiriman itu memanfaatkan tiga jalur kereta api yang selama ini biasa dilintasi untuk melayani para penumpang.

Menurut Zulmafendi menilai masyarakat sudah merasakan pelayanan PT KAI yang semakin hari semakin baik. Pasalnya dari total jumlah kendaraan yang diangkut, jumlahnya juga semakin meningkat.

“Sebagai contoh untuk lintas selatan 1 itu okupasinya sudah melebihi 100 persen ya,demikian juga lintas selatan 2 sudah melebihi 100 persen. Yang masih tersisa sedikit itu yang di lintas utara,” sambungnya.

Terkait dengan persiapan Lebaran, Direktorat Jenderal Perkeretaapian sudah melakukan sejumlah pembenahan sejak jauh-jauh hari. Pembenahan yang dilakukan mulai sarana dan prasarana pendukung untuk kelancaran pelayanan.

“Ini kan rutin tiap tahun pasti kita sudah siapin lah. Prasarana, sarana, SDM, kemudian kereta-kereta baru tahun ini. Tahun ini kan kereta barunya bisa ada 12 train set lah sampai dengan lebaran ini,” katanya.

Sementara itu salah seorang pemudik, Baskoro (24) mengaku bahwa tahun ini adalah pengalaman kedua kalinya mudik motor gratis. Menurutnya ada beberapa keuntungan yang didapat dengan mengikuti program tersebut.

“Pengalaman pertama enak, kedua nyaman, ketiga bisa diprediksi waktunya. Motor saya juga aman, nggak ada lecet-lecet atau apa. Jadi nanti motor dulu sampai, baru kita ambil motor. Saya berangkat selisih satu hari dengan keberangkatan motor,” katanya.

Baskoro mengaku prosedur yang harus dilalui tidak membutuhkan waktu banyak. Ia cukup membawa KTP, SIM, dan STNK. Sementara untuk mengambil motornya, Baskoro hanya perlu menunjukkan formulir yang telah diperoleh sebelumhya.

“Tujuan saya ke Madiun. Pendaftaran mulai Februari. Prosedurnya kita regis dulu ke stasiun yang sudah ditentukan baru ntar kita bisa dapat pembelian lebih awal. Saya daftar di daerah Serpong,” ucapnya. (jhs)

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: ahmad sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help