Home »

Depok

Tim Jaguar Amankan 2 Pemuda di Depok karena Jual Celurit Lewat Media Sosial

Tim Penjaga Gangguan dan Anti Kerusuhan (Jaguar) Polresta Depok mengamankan dua pemuda di depan Pool PPD,

Tim Jaguar Amankan 2 Pemuda di Depok karena Jual Celurit Lewat Media Sosial
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Tim Penjaga Gangguan dan Anti Kerusuhan (Jaguar) Polresta Depok mengamankan dua pemuda di depan Pool PPD, Kelurahan Baktijaya, Kecamatan Sukmajaya, Depok, Minggu (10/6/2018) dinihari. Mereka menawarkan dan menjual senjata tajam jenis celurit melalui media sosial ke remaja dan pemuda lainnya yang diduga untuk tawuran. 

TIM Penjaga Gangguan dan Anti Kerusuhan (Jaguar) Polresta Depok mengamankan dua pemuda di depan Pool PPD, Kelurahan Baktijaya, Kecamatan Sukmajaya, Depok, Minggu (10/6/2018) dinihari.

Keduanya diketahui menawarkan dan menjual senjata tajam jenis celurit melalui media sosial ke remaja dan pemuda lainnya yang diduga untuk tawuran.

Kepala Tim Jaguar Polresta Depok Inspektur Satu Winam Agus menuturkan awalnya pihaknya menerima laporan masyarakat adanya akun media sosial yang menawarkan menjual senjata tajam jenis celurit ukuran besar.

"Lalu anggota menyamar menjadi calon pembeli. Mereka menjual senjata tajam dengan sistem cash on delivery atau COD," kata Winam.

Menurut Winam petugas yang menyamar menjadi pembeli sepakat akan membeli celurit yang ditawarkan keduanya seharga Rp 300 Ribu.

"Lalu petugas yang menyamar janjian dengan mereka dan disepakati transaksi di depan PPD Bakti Jaya, Depok," kata Winam.

Karenanya kata Winam begitu keduanya tiba di tempat yang disepakati itu, Tim Jaguar langsung membekuk mereka.

Namun katanya saat itu kedua pemuda warga Beji, Depok itu tidak membawa senjata tajam celurit yang mereka tawarkan dan hendak dijual. "Alasannya mereka takut dituding membawa sajam untuk tawuran. Sehingga sajamnya disimpan di rumah," kata Winam.

Akhirnya petugas berhasil mengamankan sajam jenis celurit dari rumah salah satu pemuda yang diamankan.

Meski begitu kata Winam setelah diperiksa keduanya baru kali ini berupaya menjual celurit..

Sehingga dipastikan mereka bukanlah pemasok khusus senjata tajam jenis celurit ke kelompok remaja dan pemuda di Depok yang kerap tawuran selama Ramadan belakangan ini.

"Sehingga keduanya kami kembalikan ke keluarga masing-masing setelah sebelumnya dilakukan pembinaan," kata Winam.

Dengan hal ini Winam berharap ada efek jera yang mereka rasakan sehingga tidak akan mengulangi perbuatannya.(bum)

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help