Pedagang Bangun Sekolah Anak Nelayan Pakai Uang Pribadi Sempat Gunakan Kandang Ayam

Kini, rumah belajar milik Mahmud semakin berkembang, di mana sudah mencapai 830 anak nelayan yang bergabung.

Pedagang Bangun Sekolah Anak Nelayan Pakai Uang Pribadi Sempat Gunakan Kandang Ayam
Warta Kota/Alex Suban
Kawasan Muara Angke yang tidak bersahabat untuk para nelayan. 

Mahmud Hasibuan, seorang perantauan dari Medan jauh-jauh datang ke Jakarta untuk mengubah nasibnya. Pria 37 tahun ini mula-mula bekerja sebagai penjual koran dan pedagang kaki lima.

Kala itu, saat Mahmud bermain ke kampung nelayan di Muara Angke, ia merasa prihatin pada anak-anak yang tidak sekolah.

Akhirnya, Mahmud membuat sebuah kelompok belajar.

Karena tak ada tempat, ia mengajar anak-anak di kandang ayam.

Kini, rumah belajar milik Mahmud semakin berkembang, di mana sudah mencapai 830 anak nelayan yang bergabung.

Pada 2013, rumah pintar milik Mahmud resmi menjadi yayasan yang diberi nama Yayasan Rumpun Anak Pesisir.

Simak kisah lengkapnya dalam Webseries Kompas TV berikut ini.

Pagi tadi seusai mengajar PAUD di sekolah darurat yang di bina oleh Yayasan Rumpun Anak Pesisir, yang berada di pemukiman nelayan Muara Angke.

Seperti biasa kami sebagai team pengajar yang setiap hari mengajar anak-anak kampung Nelayan tersebut melakukan evaluasi tentang kegiatan belajar mengajar hari ini.

Terdapat sebuah tulisan yang disampaikan Mahmud Hasibuan melalui Kompasiana, beberapa waktu lalu.

Halaman
12
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help