Home »

News

» Jakarta

Lebaran 2018

Kurangi Kemacetan, Dirjen Perhubungan Darat Dorong Instansi Gelar Mudik Bareng

Untuk mengurangi beban lalu lintas pada musim mudik, Ditjen Perhubungan Darat mendorong instansi menggelar mudik bareng.

Kurangi Kemacetan, Dirjen Perhubungan Darat Dorong Instansi Gelar Mudik Bareng
Warta Kota/Junianto Hamonangan
PT Pelabuhan Indonesia lI atau Indonesia Port Corporation (IPC) memberangkatkan ribuan pemudik yang hendak pulang kampung ke berbagai kota di Pulau Jawa dan Sumatera dari Terminal JlCT 2 Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (7/6/2018). 

BANYAKNYA  instansi baik pemerintah maupun swasta yang menggelar program mudik bareng mendapat sambutan positif.

Bahkan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat mendorong agar kegiatan serupa bisa digelar semakin banyak lagi oleh instansi lainnya.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi mengatakan pihaknya setiap tahun mendorong berbagai instansi baik dari pemerintah maupun swasta untuk menggelar program mudik bersama.

“Setiap tahun kalau bisa membawa para mitra-mitranya, membawa para pegawainya, menggunakan mudik-mudik yang bersama seperti ini,” katanya, saat berada di Bhanda Ghara Reksa, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Sabtu (9/6/2018).

Menurut Budi, kegiatan program mudik bersama itu dapat memberikan dampak positif. Salah satunya tentu bermanfaat untuk mengurangi kemacetan lalu lintas pada saat puncak arus mudik.

“Ini bermanfaat untuk mengurangi kemacetan-kemacetan lalu lintas baik di jalan tol, jalan nasional maupun di kota-kota dimana kunjungan sekarang juga,” kata Budi.

Selain itu tentunya untuk mencegah kecelakaan lalu lintas yang biasa terjadi di jalan raya. Pasalnya banyaknya kemdaraan yang melintas di jalan raya berbanding lurus dengan kemungkinan terjadinya kecelakaan.

Sementara itu Honda Customer Care Division Head, Istriani Susriyati mengatakan dalam program Mudik Bareng Honda 2018 ada sebanyak 1.070 motor yang diangkut dengan menggunakan 22 unit truk.

Para peserta yang ikut program tersebut dikenakan biaya Rp 150 ribu untuk dua orang dan satu unit motor.

Biaya itu sengaja diberikan agar mereka yang ikut program tersebut adalah mereka yang benar-benar ingin berangkat pulang kampung.

“Sebenarnya uang ini bukan untuk apa-apa. Dulu kita gratis, tapi yang daftar banyak yang mundur di hari H, sehingga seat ini kan sayang,” kata Istriani.

Sementara para pemudik akan mendapatkan makanan selama berada di perjalanan hingga jaket dan asuransi.

Bahkan bagi mereka yang beruntung akan mendapatkan undian berhadiah berupa dua unit sepeda motor.

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help